Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Di Jatim, Kelulusan SMA Nyaris 100 Persen

Ahad 15 Mei 2011 12:00 WIB

Rep: C01/ Red: Djibril Muhammad

Dua dari enam siswa sekolah Filial atau sekolah khusus bagi pekerja anak di Pasar Baru Banjarmasin mengikuti ujian nasional tahun 2011 di SDN Mawar 2 Banjarmasin.

Dua dari enam siswa sekolah Filial atau sekolah khusus bagi pekerja anak di Pasar Baru Banjarmasin mengikuti ujian nasional tahun 2011 di SDN Mawar 2 Banjarmasin.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2010/2011 untuk SMA di Jawa Timur mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kelulusan SMA Jatim mencapai 99,75 persen, sementara SMK mencapai 99,90 persen. Dengan tingkat kelulusan tersebut sebanyak 709 siswa SMA/SMK Jatim tidak lulus.

"Hasil UN SMA/SMK se-Jawa Timur bagus, mengalami peningkatan. Angka ketidaklulusan siswa menurun," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, Ahad (15/5).

Untuk tingkat SMA, angka kelulusan Jatim meningkat dari 99,72 persen pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 99,75 persen pada 2010/2011. Jumlah siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 559 orang dari 203.466 peserta UN tahun ini. Angka kelulusan tersebut juga meningkat dibandingkan pada 2008/2009 yakni 95,53 persen.

Peningkatan yang sama juga terjadi pada tingkat kelulusan siswa SMK. Pada tahun ajaran 2009/2010, angka kelulusan siswa SMK mencapai 99,77 persen. Jumlah itu meningkat pada 2010/2011 yakni menjadi 99,90 persen. Dengan angka kelulusan tersebut, sebanyak 150 siswa dari 15.277 peserta UN SMK dinyatakan tidak lulus. "Tingkat kelulusan Jatim menduduki peringkat kelima secara nasional," ujar Harun.

Menurut Harun, faktor yang mempengaruhi ketidaklulusan tersebut bukan disebabkan kurang siapnya siswa dalam menghadapi UN. Namun, siswa yang dinyatakan tidak lulus tersebut lantaran berhalangan mengikuti UN. "Ujian sekolah mereka ikuti, tapi ketika UN berhalangan hadir," ujarnya.

Untuk tingkat SMA, nilai UN tertinggi diperoleh siswa dari SMA 1 Manyar Gresik untuk jurusan bahasa. Sementara siswa SMA 1 Babat Lamongan dan SMA 1 Kedungpring Lamongan masing-masing memiliki nilai UN tertinggi untuk SMA jurusan IPA dan IPS. "Kita minta pengumuman UN tetap dilakukan sekolah Senin (16/5)," ujar Harun.

Sementara untuk kelulusan siswa SMA/SMK Kota Surabaya juga mengalami peningkatan serupa. Pada tahun ajaran 2010/2011 ini, tingkat kelulusan SMA mencapai 99,94 persen atau naik dari sebelumnya 99,63 persen. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Sahudi menyatakan sebanyak 136 siswa SMA dinyatakan tidak lulus.

Untuk tingkat SMK, angka kelulusan mencapai 99,84 pada tahun ajaran 2010/2011. Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 99,72 persen. Dari tingkat kelulusan itu, terdapat 37 siswa SMK tidak lulus. Rinciannya, 36 dari SMK negeri dan satu dari SMK swasta. "Tapi jumlah siswa tidak lulus itu akan diverifikasi lagi karena masih ada siswa yang ikut UN tapi nilainya nol," ujarnya.

Koordinator pengawas UN, Ali Mufi mengungkapkan isu kecurangan seperti bocoran jawaban selama UN berlangsung ternyata tidak terbukti. Selama UN SMA/SMK, pengawasan melibatkan 9 Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa Timur. "Ada 2.825 pengawas dari satuan pendidikan yang terlibat," sebutnya.

Ali mengungkapkan secara keseluruhan pelaksanaan UN relatif lancar. Hanya saja, percetakan UN masih perlu dievaluasi lantaran masih ada masalah keterlambatan distribusi soal. "Percetakan jangan di luar Jatim sehingga bisa lebih cepat distribusi nantinya," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA