Home >> >>
Masyarakat Kaltim: Prabowo Tak Akan Biarkan Kita Dilecehkan Negara Asing
Jumat , 13 Jun 2014, 14:53 WIB
antara
Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan Daerah Pemenangan Prabowo-Hatta Kalimantan Timur mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan capres dan cawapres nomor urut satu.  Deklarasi dilakukan di markas Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta yaitu di Rumah Polonia, Jakarta, Jumat (13/6).

Menurut koordinator Jarda Pemenangan Prabowo-Hatta Kaltim, Sarkowi, dukungan yang diberikan kepada Prabowo-Hatta akan dibuktikan tatkala Pemilihan Umum Presiden 9 Juli 2014 dihelat.  "Kami siap memenangkan Prabowo-Hatta di Kaltim dengan perolehan 70 persen suara," kata Sarkowi. 

Sarkowi menjelaskan, Kaltim merupakan salah satu provinsi yang luas di Tanah Air.  Kekayaan sumber daya alam berupa minyak dan gas serta minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), setiap tahunnya disumbangkan kepada kas negara sebesar Rp 405 triliun.

Ke depan, Sarkowi menyebut terdapat dua isu strategis di Kaltim yang harus diselesaikan.  Pertama, keberadaan sejumlah perusahaan migas tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ini terbukti dengan tingginya tingkat kemiskinan.  Kedua, wilayah Kaltim yang berbatasan dengan negeri jiran Malaysia, membutuhkan perlindungan ekstra demi terjaganya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saat menemui Prabowo beberapa waktu lalu, beliau menyanggupi untuk merenegosiasi kontrak dengan perusahaan migas agar adil.  Selain itu, Prabowo juga siap menjaga perbatasan NKRI," kata Sarkowi.  Perwakilan Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta, Mahdi, menyampaikan penghargaan atas deklarasi Jarda Pemenangan Prabowo-Hatta Kaltim.

"Kalau memimpin negara, Prabowo tidak akan membiarkan negara kita dilecehkan negara asing," ujar Mahdi.  Beberapa waktu lalu, Hatta Rajasa menyebut deklarasi dukungan yang terus hadir merupakan refleksi dari keberagaman di level masyarakat.


Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Reporter : Muhammad Iqbal
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar