Jika Jadi Presiden, Jokowi Pastikan Tak Ada Bagi-Bagi Kursi
Senin , 31 Mar 2014, 10:37 WIB
Yasin Habibi/Republika
Dukungan Jokowi untuk pencapresannya.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo mengatakan, ia tak mau mempraktekan politik transaksional jika terpilih menjadi presiden. Jokowi, panggilan akrabnya mengatakan, tak akan ada lagi istilah bagi-bagi kursi.

"Yang namanya negara besar harus dibangun bersama-sama. Tapi tidak dengan cara-cara nego kursi menteri," kata Jokowi, Senin (31/3).

Jokowi mengatakan, pada prinsipnya PDIP terbuka untuk berkoalisi dengan partai mana pun. Namun, kata dia, tentu harus dengan partai yang memiliki ideologi yang sama.

Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, ia tak mau berkoalisi dengan partai yang meminta syarat jatah kursi dengan jumlah tertentu. "Misalnya untuk kursi menteri. Jangan dipaksa-paksakan. Rejam jejaknya bagus tidak, profesional tidak, kompetensinya seperti apa," ujar dia.

Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan, jika ia jadi presiden nanti, tak ada lagi istilah bagi-bagi proyek pada pengusaha. Jika ada pihak yang ingin menyumbang pada PDIP untuk pemenangan pemilu, partai akan menerima. Namun dengan syarat tak ada istilah balas jasa.

"Kalau mau nyumbang ya silahkan, kami terima. Tapi kalau nanti minta-minta proyek mending tidak usah," ucap mantan Wali Kota Solo tersebut.

Redaktur : Muhammad Hafil
Reporter : Halimatus Sa'diyah
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar