Rambut Putih Hatta
Kamis , 27 Mar 2014, 09:47 WIB
Antara/Yudhi Mahatma
Chairman of National Mandate Party (PAN), Hatta Rajasa (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, tampil percaya diri dengan rambut putih. Ketika tampil menghadap presiden, menteri - menteri, dan utusan negara asing, dia tidak mempermasalahkan rambut putihnya.

Tidak ada keinginan untuk menyemir rambut. Dia tampil apa adanya. "Biasa saja," imbuhnya, beberapa waktu lalu. Tidak ada yang dibuat - buat dari penampilannya. Apa adanya saja.

Hatta menceritakan rambutnya memutih sejak masa kuliah. Sekitar 1973, alumni ITB jurusan perminyakan ini tampil percaya diri dengan rambut putihnya. "Ini keturunan dari kakek saya," cerita Hatta.

Ketika masih kuliah di ITB, Hatta aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Tehnik Perminyakan ITB dan Senator Mahasiswa ITB. Selain itu, semasa kuliah, ia juga sempat menjadi aktivis Masjid Salman Bandung.

Rambut putih itu bukanlah penyakit. Kondisi kesehatan Hatta baik - baik saja. Tensi dan gula darah semuanya normal. "Alhamdulillah," imbuh Hatta. Ketika mengunjungi Kendari, beberapa waktu lalu, Hatta masih sanggup menyantap durian. Setelah itu dia berfoto - foto bersama sejumlah masyarakat Kendari. Hatta tersenyum, tanpa dibuat - buat. Apa adanya.

Dengan rambut putihnya, pria kelahiran  Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1953 ini pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), Menteri Perhubungan (2004-2007), dan Menteri Negara Riset dan Teknologi(2001-2004). Pada tahun 2009-2014, Hatta menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Reporter : Erdy Nasrul
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar