Jokowi Diminta Segera Mundur Dari Jabatan Gubernur
Ahad , 16 Mar 2014, 05:06 WIB
Yasin Habibi/Republika
Dukungan Jokowi untuk pencapresannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar komunikasi politik dari Universitas Andalas Padang Yuliandre Darwis berharap Joko Widodo atau Jokowi yang telah resmi diumumkan sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan segera berkonsentrasi mempersiapkan diri.

"Untuk bisa berkonsentrasi diharapkan Jokowi mundur dari jabatan Gubernur DKI Jakarta setelah namanya diumumkan sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan," kata Yuliandre Darwis ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (15/3).

Pengunduran diri dari jabatan yang sedang diembannya, menurut dia, selain bisa berkonsentrasi untuk mempersiapkan diri, juga akan memberikan pendidikan politik kepada tokoh lain, sekaligus mengedepankan etika berpolitik dan menghindari penyalahgunaan pemakaian fasilitas negara.

Sebagai kepala daerah, baik Jokowi maupun kepala daerah lainnya, kata dia, tentunya menggunakan fasilitas negara.

Jika kepala daerah yang mencalonkan diri lagi atau Jokowi yang diumumkan sebagai calon presiden tidak segera mundur dari jabatannya, maka akan muncul bias persepsi.

"Ke depan, masalah ini akan mengganjal. Kalau sudah ikut dalam kontestasi kepemimpinan negara, tentu tidak fokus lagi dengan dengan tugas-tugas sebagai gubernur," kata Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini.

Yuliandre berharap Jokowi dapat mengikuti langkah Dino Patti Djalal yang mundur dari jabatan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat setelah namanya diumumkan sebagai peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.

Menurut dia, jika Jokowi mundur dari jabatan gubernur setelah namanya diumumkan sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan, maka dapat melanjutkan pendidikan politik yang sudah dimulai oleh Dino Patti Djalal

"Etika dan pendidikan politik yang dicontohkan Dino Patti menunjukkan komunikasi santun kepada rakyat bagaimana seorang negarawan bersikap," katanya.

Selama ini, kata Yuliandre, banyak tokoh nasional yang sikap dan perilakunya hanya sebagai tontonan karena tidak menjadi tuntunan.

"Langkah simpatik yang sudah dilakukan Dino Patti hendaknya menjadi tuntunan yang patut dicontoh," kata Andre.

Sebelumnya, Dino Patti segera mengajukan surat pengunduran dari dari jabatan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, setelah namanya diumumkan sebagai peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, pada 5 September 2013.

Langkah mundur dari jabatan juga dilakukan oleh peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Gita Wirjawan, yakni mundur dari jabatan Menteri Perdagangan.

Redaktur : Indira Rezkisari
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar