Ini Dia Kampanye Hitam untuk Capres Gerindra
Senin , 27 Jan 2014, 00:01 WIB
Republika/Agung Supriyanto
Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Capres dari Partai Gerindra yang juga Ketua Dewan Pembina partai itu, Prabowo Subianto, mulai diserang opini negatif dan kampanye hitam setelah meningkatnya popularitas dan elektabilitas Prabowo di berbagai lembaga survei.

"Kami sangat prihatin dengan persoalan ini. Beredarnya uang kertas pecahan Rp50 ribu yang diberi cap dengan tulisan "Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil" adalah kampanye hitam terhadap Prabowo," kata Koordinator Media Center Prabowo, Budi Purnomo Karjodihardjo, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir ini dunia media sosial terutama 'Twitter' diramaikan oleh gambar uang kertas pecahan Rp50 ribu yang diberi cap nama Prabowo.

"Tidak mungkin kami atau Gerindra melakukan tidakan seperti itu. Apalagi dalam berbagai kesempatan pak Prabowo sudah menyampaikan komitmennya soal pemberantasan korupsi dan antipolitik uang," tegasnya.

Bahkan, kata Budi, beberapa lembaga survei juga memberikan peringkat paling tinggi kepada Prabowo Subianto sebagai Capres yang paling mampu memberantas korupsi tentunya membawa konsekuensi tersendiri bagi Prabowo.

"Jadi tidak mungkin kami melakukan politik kotor seperti itu. Kami memiliki beban yang paling berat untuk memberantas korupsi dan politik uang dengan predikat-predikat terbaik yang diberikan lembaga survei," katanya.

Menurut Budi, dalam konteks peredaran uang bercap Prabowo, yang dirugikan dan menjadi korban adalah Prabowo Subianto. "Sangat disayangkan jika ada masyarakat yang memercayai kegiatan itu dilakukan oleh kami dan menjadi perbincangan luas. Tapi kami yakin, rakyat yang pintar tidak mudah terhasut oleh kampanye negatif seperti ini," katanya.

Selain beredarnya uang kertas dengan cap Prabowo, Capres Gerindra ini juga banyak diserang opini negatif baik dari lembaga survei maupun lembaga masyarakat.

"Kami sabar dan teguh serta tidak akan terpengaruh. Kami akan terus melangkah, terus bekerja, terus berjuang untuk memenangkan hati rakyat yang ingin Indonesia Raya Bangkit," kata Budi.

Redaktur : Julkifli Marbun
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar