Mereka Inilah yang Mendorong Jokowi 'Nyapres'
Ahad , 26 Jan 2014, 14:47 WIB
Halimah
Jokowi naik bajaj.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- ForJokowi mendorong Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014 merujuk pada tingginya elektabilitas mantan Walikota Surakarta itu di sejumlah survei.

"Kami menginginkan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta untuk maju 'nyapres'. Karena tergambar dari hasil-hasil survei capres atau cawapres dari berbagai lembaga survei. Jokowi selalu menempati urutan teratas dengan elektabilitas selalu di atas 30 persen," kata Juru Bicara Forum Relawan Jokowi (ForJokowi) Dave Revano dalam deklarasai ForJokowi di Jakarta, Minggu.

Dalam siaran persnya Dave mengatakan, kinerja Jokowi telah diapresiasi berbagai kalangan dari dalam negeri dan dunia internasional sejak politisi PDI Perjuangan itu menjadi walikota Solo hingga menjadi Gubernur Jakarta. Salah satunya dengan meraih predikat "Man of The Year 2013" versi majalah Globe Asia.

"Maka kami bersama sejumlah elemen masyarakat Indonesia sepakat mendeklarasikan ForJokowi guna mendorong dan memastikan Jokowi maju sebagai calon presiden dan menolak dengan tegas pencalonannya sebagai calon wapres dalam Pilpres 2014."

Dave mengemukakan, Forjokowi juga akan melaksanakan banyak hal yang sangat dibutuhkan dalam memberikan dukungan kepada Jokowi "nyapres". Seperti dengan melakukan berbagai diskusi dan mencari data dan fakta guna mendapatkan solusi yang tepat dalam mengatasi beragam masalah bangsa yang dihadapi.

"Kenapa harus Jokowi? Karena prestasi kepemimpinannya yang berorientasi pada kepentingan wong cilik," katanya.

"Oleh karena itu dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami segenap elemen bangsa yang bergabung mendeklarasikan forum ini pada 26 Januari 2014 dengan setulus hati serta tanpa paksaan ataupun kepentingan kelompok ataupun partai politik yang ada kami deklarasikan Forum Relawan Jokowi," katanya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar