Dahlan Iskan: Demokrasi Harus Berorientasi Kesejahteraan
Rabu , 22 Jan 2014, 12:25 WIB
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Dahlan Iskan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Proses demokrasi yang berlangsung di Indonesia harus berorientasi pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kata peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Dahlan Iskan.

Dalam debat di halaman Istana Maimun di Medan, Selasa (21/1) malam, Dahlan Iskan menilai demokrasi hanya merupakan alat untuk meraih tujuan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Demokrasi yang dijalankan hanya akan membawa manfaat jika penerapannya ditujukan untuk meraih impian seluruh umat manusia yakni kesejahteraan.
"Ideologi demokrasi akan bisa eksis kalau di dalamnya ada kesejahteraan," katanya.

Selain itu, Menteri BUMN tersebut juga berkeinginan agar proses demokrasi yang dijalankan dapat menghargai berbagai perbedaan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Ia mencontohkan konsep demokrasi yang diterapkan di Sumatera Utara yang menjadi motto Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yakni "Akidah Terjamin, Persatuan Terjalin".

"Disebabkan sedang berada di Sumatera Utara, saya ingin memopulerkan konsep demokrasi yang baik yakni 'akidah terjamin, persatuan terjalin'," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman mengatakan demokrasi yang kuat harus disertai dengan supremasi hukum agar proses yang berlangsung sesuai dengan aturan yang ada.

Selain itu, kata Irman, demokrasi yang baik bukan hanya prosedural, tetapi harus lebih substantif untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Upaya mewujudkan harapan itu akan lebih mudah jika disertai keteladanan dari pemimpin. "Yang penting dari itu semua keteladanan dari pemimpinnya, itu yang langka," katanya.

Sedangkan peserta konvensi lainnya Ali Masykur Musa mengatakan demokrasi yang baik adalah proses yang memberikan kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran, baik di bidang politik mau pun ekonomi.

Untuk itu, demokrasi yang dijalankan tersebut harus dibarengi dengan terciptanya keteraturan sosial.

Redaktur : Julkifli Marbun
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar