Jokowi Akan Dorong Kemerdekaan Penuh untuk Palestina
Senin , 30 Juni 2014, 17:02 WIB
Republika/ Tahta Aidilla
Perwakilan partai koalisi se- Pegunungan Tengah, Papua berbicara saat mendekalarasikan dukungan kepada capres-cawapres Jokowi-JK di Jakarta, Senin (30/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Capres Joko Widodo dan pendampingnya, Jusuf Kalla, akan mendorong Palestina merdeka dan menjadi anggota penuh PBB. Hal ini ditempuh untuk melaksanakan amanah UUD 45 yang menyebutkan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan.

Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK dari PKB, Marwan Jafar, menegaskan pernyataan Jokowi dalam mendukung penuh kemerdekaan Palestina sekaligus masuk menjadi anggota PBB adalah  komitmen dan sikap tegas sebagai pemimpin yang memahami sejarah.

"Kami yakin Jokowi semakin memperoleh simpati dan dukungan dari  rakyat untuk memenangi Pilpres, 9 Juli mendatang," imbuhnya, di Jakarta, Senin (30/6).

Marwan menjelaskan, alasan Jokowi mendukung kemerdekaan Palesatina, karena bangsa tersebut memiliki tanah air, sejarah dan nenek moyang yang berbeda dengan bangsa lain, sehingga berhak merdeka.

Selain itu, lanjutnya, pandangan dan sikap Jokowi sejalan dengan amanah pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa dan menolak segala bentuk penjajahan setiap bangsa atas bangsa lain. Oleh karenanya, lanjutnya, sikap Jokowi mencerminkan pemimpin  yang memahami konstitusi sekaligus keberpihakan pada  bangsa Palestina untuk didukung merdeka.

"Jokowi lebih paham sejarah dan konstitusi dibanding Capres lain. Solusi yang dikedepankan pun menggunakan cara-cara diplomatis dan manusiawi," Pungkas Marwan.

[removed][removed] [removed][removed]
Redaktur : Bilal Ramadhan
Reporter : Erdy Nasrul
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar