Tim Prabowo-Hatta Minta Masyarakat Pilih Capres yang Tanpa Masalah
Jumat , 13 Jun 2014, 15:57 WIB
ap
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bersama dengan Joko Widodo (Jokowi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat petani, santri, nelayan, pengrajin dan pengusaha di Tegal diajak untuk memilih presiden yang paling sedikit masalahnya. 

"Prabowo capres yang sama sekali tidak memiliki utang masa lalu, demikian juga Hatta. Keduanya lebih bersih dan teruji," kata penasehat tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Jawa Tengah Suryo Prabowo, Jumat (13/6). 

Dibanding Prabowo, katanya, capres yang lain berisiko untuk dipilih. Karena memiliki utang masa lalu. Misalnya, kasus korupsi bus Transjakarta yang saat ini ditangani kejaksaan.

Kasus itu dapat saja menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai tersangka. "Sedangkan cawapresnya sendiri pernah dipecat Presiden Gus Dur karena korupsi," ujarnya.

Selain itu, Suryo menyatakan, presiden harus memiliki nasionalisme dan kehormatan. Artinya, capres harus sudah kaya sehingga konstituennya tidak perlu meminta uang di jalanan. "Ini perilaku penyimpangan sosial, merendahkan martabat manusia. Orang kok disuruh jadi pengemis," paparnya.

Suryo juga meminta rakyat agar waspada terhadap bangkitnya komunisme. Indikasinya bisa dilihat pada cara-cara yang digunakan. "Misalnya desakan untuk membubarkan Babinsa, memfitnah tentara atau merusak spanduk," paparnya.

Untuk mencegah menjalarnya cara-cara komunisme itu Suryo meminta tim Prabowo-Hatta berkordinasi dengan TNI-Polri. "Kalau ada cara kampanye mirip PKI, segera laporkan ke TNI/Polri agar pilres tetap berjalan damai," paparnya.

Redaktur : Mansyur Faqih
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar