Home >> >>
Bill Clinton Diminta Tunda Kunjungan ke Indonesia, Mengapa?
Senin , 14 Jul 2014, 07:47 WIB
EW
Bill Clinton

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tim kampanye nasional (kamnas) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengingatkan mengenai bahaya intervensi asing dalam pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

Hal tersebut menyikapi rencana kedatangan mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton ke Indonesia sebelum 22 Juli 2014. Jadwal kunjungan politikus Partai Demokrat itu dalam upaya mengampanyekan isu kesehatan dan lingkungan hidup.

"Pemerintah harus mewaspadai potensi adanya intervensi asing. Untuk itu, alangkah baiknya pemerintah meminta Bill Clinton menunda kedatangannya hingga setelah tahapan pilpres selesai," kata tim kamnas Prabowo-Hatta, Andre Rosiade, Senin, (14/7).

Meski kini tidak lagi menjabat presiden AS, pihaknya khawatir kedatangan Bill Clinton akan berkaitan dengan Pemilu 2014. Pasalnya, kedatangannya bertepatan dengan proses rekapitulasi perolehan suara pilpres yang tengah dilaksanakan.

Menurut Andre, lawatan tersebut juga patut diwaspadai. Itu lantaran beberapa saat sebelum pilpres, Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake juga pernah melakukan intervensi.

Buktinya, Blake meminta pemerintah mengusut kasus HAM yang dilakukan Prabowo. "Itu bukti konkret adanya intervensi," katanya.

Redaktur : Erik Purnama Putra
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar