Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Prabowo: Waktu Cawapres Megawati, HAM Kok Gak Dipersoalkan

Kamis 12 Jun 2014 14:56 WIB

Red: Erik Purnama Putra

  Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) pada kampanye dialogis, di Medan, Sumut, Rabu (11/6). (Antara/Irsan Mulyadi)

Calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) pada kampanye dialogis, di Medan, Sumut, Rabu (11/6). (Antara/Irsan Mulyadi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG - Calon presiden (Capres) Prabowo Subianto mempertanyakan, mengapa saat dirinya menjadi cawapres Megawati pada 2009, masalah Hak Asasi Manusia (AM) tidak pernah dipersoalkan. Hal itu berbeda dengan kondisi di Pilpres 2014. "Waktu jadi cawapres Megawati kok gak dipersoalkan," katanya seusai melakukan kampanye di Palembang, Kamis (12/6).

Karena itu, ia meminta kepada peserta Pilpres 2014 jangan hanya mau menang dengan segala cara. "Itu tidak baik," katanya. Prabowo menambahkan, dirinya selama 16 tahun tidak kemana-mana dan ada di Tanah Air. "Saya memenuhi panggilan Dewan Kehormatan Perwira, saya juga datang ke Mahkamah Militer. Saya bertanggung jawab, tapi itu sudah ada prosesnya," ujar mantan panglima Kostrad itu.

Dia juga menyatakan praktik kampanye hitam selama ini, kemungkinan calon yang maju tidak percaya diri dengan programnya sendiri. Dikatakan, mencaci maki masa lalu justru menunjukkan tidak adanya percaya diri. "Mungkin sifatnya ke arah kurang baik," katanya.

Mantan komandan jenderal Kopassus itu menambahkan, demokrasi itu berarti maju ke rakyat dan sampaikan aspirasi ke rakyat serta serahkan kepada rakyat untuk mengambil keputusan. "Saya tidak akan melayani (kampanye hitam), semuanya diserahkan ke rakyat. Rakyat tidak sebodoh yang diperkirakan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA