Jika Jadi Presiden, Jokowi Akan Lakukan Revolusi Mental
Sabtu , 26 Apr 2014, 22:07 WIB
ROL/Fian Firatmaja
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Capres PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) menilai kekurangan terbesar bangsa Indonesia adalah pengembangan karakter (character building). Karenanya, revolusi mental menjadi hal penting untuk membangun bangsa.

"Perlu adanya revolusi mental dari negativisme ke positivisme yang harus kita bangun," ujar Jokowi, Sabtu, (26/4).

Menurutnya, revolusi mental merupakan sesuatu yang mendasar yang harus dibangun. Sebab tanpa ada revolusi mental, tidak akan bisa mengubah pola pikir rakyat.

Rakyat, menurutnya, harus terdorong untuk tidak pesimis dan tidak berpikir negatif. Untuk itu diperlukan pemimpin yang bisa menginspirasi rakyatnya.

Selain itu, pemimpin harus memberi contoh kepada rakyat dan juga selalu memberikan harapan. "Ini software-nya. Kata Bung Karno dulu, membangun jiwanya dulu," katanya.

Menurutnya, membangun jiwa menjadi visi misinya sebagai capres. Hal ini juga yang menjadi bahan pembicaraan dengan partai lain yang akan bermitra dengan PDIP. 

 

 

 

 

Redaktur : Mansyur Faqih
Reporter : c67
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar