Home >> >>
PDIP Unggul Sementara di Beijing
Rabu , 09 Apr 2014, 17:53 WIB
Antara/Ismar Patrizki
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politik saat kampanye akbar di Alun Alun Sukoharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (5/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING --  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sementara unggul dalam Pemilu Legislatif 2014 yang diselenggarakan di Beijing pada 30 Maret silam.

Dalam penghitungan suara Pemilu Legislatif 2014 yang disaksikan Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo itu, partai berlambang kepala banteng bermoncong putih dalam lingkaran itu memimpin dengan perolehan suara 263 suara.

Di tempat kedua tercatat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan 40 suara, disusul Partai Demokrat (30 suara), Partai Nasdem (18), PKS (16), Partai Hati Nurani Rakyat (14), PAN (7), Partai Persatuan Pembangunan (6), Golongan Karya (4), PBB (2) dan PKPI dengan satu suara.

Dalam penghitungan itu tercatat 12 surat suara tidak sah. Penyelengaaran Pemilu Legislatif di Beijing berlangsung pada 30 Maret 2014, dengan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pada Pileg 2014 di Beijing dari 1.197 orang yang terdaftar di DPT, hanya 423 orang yang dating ke TPS untuk menyalurkan aspirasi politiknya, sedangkan 380 orang menyalurkan aspirasinya melalui pos dan drop box.

Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo mengakui partisipasi masyarakat di Indonesia dalam Pileg 2014 relatif rendah.

"Memang kami akui agak rendah, dan ini menjadi catatan sekaligus pekerjaan rumah bagi kami untuk meningkatkan sosialisasi tentang Pemilu 2014," katanya.

Ia mengatakan, menjelang Pemilu Presiden mendatang pihaknya akan kembali menyapa warga masyarakat Indonesia melalui organisasi kemasyarakatan yang ada di Tiongkok, agar partisipasi dalam Pilpres mendatang lebih meningkat lagi.

Penghitugan suara Pileg 2014 hingga kini masih berlangsung di Shanghai, Guangzhou, Hongkong dan Taipe.

Redaktur : Muhammad Hafil
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar