Home >> >>
PDIP Dominiasi Perolehan Suara di Kompleks Menteri
Rabu , 09 Apr 2014, 17:48 WIB
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menggunakan hak pilihnya di TPS 35 kediamannya, Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendominasi perolehan suara Pemilu Legislatif 2014, di tempat pemungutan suara di Kompleks Menteri Widya Chandra Jakarta Selatan, Rabu (9/4).

Hasil penghitungan suara petugas di TPS 01 Kelurahan Senayan, Kebayoran Baru, di Kompleks Menteri itu, PDI Perjuangan memperoleh 109 suara dari total 216 suara sah.

Urutan kedua ditempati Partai Gerindra 28 suara, Partai Demokrat 21 suara, PPP 13 suara, Partai Hanura 11 suara, Golkar 11 suara, PKS 10 suara, PAN 10 suara, dan PKB dua suara.

Sebanyak tiga partai, yakni Nasdem, PBB, dan PKP Indonesia tidak memperoleh suara. Suara sah sebanyak 216 suara, 15 suara tidak sah dari 488 warga yang masuk daftar pemilih tetap, sehingga 267 surat suara tidak terpakai, alias golput.

Hasil penghitungan suara di TPS 02 yang juga di Kompleks Menteri itu, PDI Perjuangan memperoleh 58 suara, diikuti Partai Gerindra 24 suara, dan Partai Demokrat 13 suara.

PKS memperoleh lima suara, PKB empat suara, Golkar dan PAN, masing-masing tiga suara, sedangkan Nasdem, PPP, dan Hanura, masing-masing dua suara.

Di tempat itu, PBB dan PKP Indonesia, juga tidak mendapatkan suara.

Total jumlah suara sah 116 suara, tujuh suara tidak sah dari 264 warga yang masuk daftar pemilih tetap, sehingga 148 orang tak menggunakan hak pilihnya (golput).

Ketua KPPS TPS 01 Eka Ribuantini mengakui bahwa partispasi masyarakat di wilayah Widya Chandra semakin merosot.

"Hanya sekitar 50 persen yang menggunakan haknya, tapi ini lebih baik dibanding pilkada kemarin yang hanya 40 persen," kata Eka.

Redaktur : Muhammad Hafil
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar