Al-Ittihadiyah: Pilih Pemimpin yang Melayani Umat
Jumat , 04 Apr 2014, 05:53 WIB
foto: damanhurizuhri/republika
martin roestamy, ketua umum al ittihadiyah --ormas islam-- dan juga rektor universitas djuanda (unida) bogor

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Ketua umum Al Ittihadiyah --sebuah ormas Islam-- Dr Martin Roestamy mengingatkan Umat Islam Indonesia, untuk memilih calon pemimpin yang mau melayani umat.

''Umat Islam harus memilih calon pemimpin sesuai tuntunan alquran. Yaitu, calon pemimpin yang mau melayani umat, pemimpin yang dekat dengan Allah, seperti yang dicontohkan Rasul dan para sahabat,'' ungkap Martin Roestamy kepada Republika, Kamis (3/4).

Martin Roestamy yang juga Rektor Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor mengingatkan umat Islam Indonesia untuk memilih calon pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri dan tidak minta dilayani.

Dalam pandangannya, selama ini partai politik di Indonesia gagal melahirkan kader pemimpin. ''Karena partai politik terlalu sibuk mengurusi kekuasaan, akhirnya partai politik gagal melahirkan kader pemimpin yang baik,'' ujarnya.

Salah satu sebab kegagalan partai politik melahirkan kader pemimpin, menurut Martin, karena usianya yang masih baru. ''Usia partai politik memang masih muda. Pada era reformasi, mereka baru lahir,'' jelasnya.

Martin justru melihat banyak kader partai politik yang berhasil di daerah. Karena itu, menurut dia, tidak ada salahnya kader tersebut dimunculkan. ''Jangan terlalu memaksakan calon pemimpin dari pusat kalau tidak mumpuni.

''Walau pun saya belum confirm dengan Jokowi, model-model pemimpin seperti Jokowi di daerah sangat banyak. Karena itu, apa salahnya jika calon pemimpin yang baik itu yang dimunculkan partai politik? Contohnya Wali Kota Bandung, Wali Kota Surabaya atau Gubernur NTB,'' ungkapnya.

Sayangnya, sambung Martin, banyak parpol belum ikhlas memunculkan kadernya dari daerah. ''Orang-orang parpol di pusat sangat haus kekuasaan, sehingga memaksakan calon pemimpinnya hanya dari pusat,'' paparnya menambahkan.

Redaktur : Damanhuri Zuhri
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar