Golkar Jateng Akan Bentuk Dewan Etik untuk Tegur Caleg
Ahad , 23 Feb 2014, 19:12 WIB
Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- DPD Partai Golongan Karya Jawa Tengah segera membentuk dewan etik sesuai dengan instruksi sekjen DPP Idrus Marham.

"Kita sudah rapat, Jumat pekan depan sudah terbentuk dewan etik," kata Ketua DPD Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono di Semarang, Ahad (23/2).

Ia menjelaskan, dewan etik yang akan dibentuk nantinya berwenang menegur caleg yang bertindak tidak sesuai dengan harapan rakyat.

Karena, caleg Golkar bukan hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh rakyat. Namun juga apa yang menjadi jeritan rakyat.

"Kita harus tampung apa itu yang menjadi ruhnya dari keluhan dan jeritan rakyat untuk membawa kebaikan. Karena suara Golkar adalah suara rakyat," paparnya.

Ia pun berharap Golkar dapat menang pileg 2014. Sehingga bisa ikut dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengontrolan implementasi dari kebijakan pembangunan pemerintahan. Baik di pusat mau pun daerah.

Wisnu juga menginstruksikan seluruh kader di Jateng untuk melakukan konsolidasi dan penggalangan komunikasi dalam rangka pemenangan pemilu 2014.

"Selain konsolidasi yang hanya memperkuat dan memperbaiki apa yang ada di internal partai, kader Golkar Jateng juga harus melakukan penggalangan komunikasi keluar dan di luar Partai Golkar untuk memperoleh tambahan suara," ujarnya.

Menurut dia, kemenangan 11 pemilihan kepala daerah di Jateng telah menunjukkan sudah ada masyarakat yang ingin kembali ke Golkar dari partai politik lain.

"Golkar akan tampilkan reformasi plus atau istilahnya trilogi dalam reformasi dan kita optimistis bahwa target perolehan suara di atas 11 persen, insya Allah bisa tercapai," katanya.

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar