Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Jokowi Resmi Serahkan Bonus Bagi Atlet Peraih Medali

Ahad 02 Sep 2018 17:01 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Hazliansyah

Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami dan memberikan buku tabungan kepada lifter Eko Yuli Irawan (kiri) saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9). Pemerintah memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang Asian Games 2018.

Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami dan memberikan buku tabungan kepada lifter Eko Yuli Irawan (kiri) saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9). Pemerintah memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang Asian Games 2018.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Bonus diberikan sebelum upacara penutupan Asian Games berlangsung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu para atlet peraih medali di Asian Games 2018 di Istana Negara, Jakarta, Ahad (2/9). Dalam kesempatan ini, Presiden memberikan penghargaan bonus raihan medali kepada para atlet sebagai wujud apresiasi pemerintah.

Penyerahan bonus atlet ini memang tak seperti biasanya. Sebab bonus diberikan bahkan sebelum penutupan ajang Asian Games dilakukan.

Bonus tersebut diserahkan langsung oleh Presiden berupa tabungan dengan nominal sesuai dengan yang dijanjikan pemerintah. Presiden bahkan sempat memastikan secara personal kepada para atlet penerima bahwa bonus tersebut memang benar sudah diterima.

"Indonesia berterima kasih atas sejarah emas yang saudara-saudara torehkan. Oleh karena itu saya sampaikan kemarin kepada Menpora, bonus untuk para atlet peraih medali saya ingin berikan secepatnya sebelum acara penutupan dilakukan," kata Jokowi.

(baca juga: Tutup Asian Games, Presiden OCA: Indonesia Kami Cinta Kalian)

Jokowi melanjutkan, apabila sebelum upacara penutupan nanti sore masih ada atlet-atlet lainnya yang mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia, maka apresiasi yang sama akan langsung diberikan. Bahkan sebelum acara penutupan Asian Games 2018 dilangsungkan.

"Kalau pagi, siang, atau sore nanti masih ada tambahan medali setelah acara ini, akan saya berikan langsung. Tahu-tahu nanti masih ada tambahan emas lagi ya saya berikan di sini," tambahnya.

Penyerahan bonus ini langsung diberikan oleh Presiden dengan didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Apresiasi pemerintah berupa tabungan diserahkan kepada sembilan perwakilan atlet, yakni atlet angkat besi Eko Yuli Irawan, atlet pencak silat Puspa Harum Sari, dan atlet panjat tebing Aris Susanti Rahayu yang berhasil memperoleh medali emas.

Sedangkan peraih medali perak diwakili oleh atlet angkat besi Ari Wahyuni, atlet panjat tebing Aswat, dan atlet soft tennis Alexander Elbert. Sementara peraih medali perunggu diwakili oleh atlet sepeda Nining Purwa Ningsih, atlet pencak silat Amri Rusdana, dan atlet skateboad Bunga Nyimas.

Untuk atlet perorangan, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing memperoleh bonus apresiasi sebesar Rp 1,5 miliar, Rp 500 juta, dan Rp 250 juta. Sementara untuk atlet beregu, peraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing akan mendapatkan Rp750 juta, Rp300 juta, dan Rp150 juta per orang.

Saat mengawali sambutannya, Presiden sempat bergurau dirinya masih ingin perhelatan Asian Games 2018 terus berlangsung di Jakarta dan Palembang. Sore nanti, penutupan resmi ajang olahraga tertinggi se-Asia itupun akan dilaksanakan.

"Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan," ujarnya.

Dalam acara tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Chef de Mission Syafruddin, dan Ketua INASGOC Erick Thohir.

Hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA