Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Diminta Akrobat Mengendarai Motor, Jokowi: Ya Gila, Bro!

Rabu 29 Aug 2018 17:58 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo menaiki motor saat pembukaan Asian Games 2018 di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8).

Presiden Joko Widodo menaiki motor saat pembukaan Asian Games 2018 di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Jokowi pun menegaskan, seorang Presiden tidak bisa melakukan akrobatik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan aksinya saat mengendarai motor besar dan berakrobat pada pembukaan Asian Games 2018 yang menjadi viral di media sosial. Saat memberikan sambutan dalam peresmian pembukaan Mahasabha XI di Yogyakarta, ia menceritakan bagaimana tayangan aksi tersebut bermula dari sebuah ide.

"Ini sudah lama, sudah 1,5 tahun yang lalu. Saya didatangi sama EO-nya, Pak Wishnutama sama Pak Erick," ujar Jokowi, dikutip dari siaran resmi Istana, Rabu (29/8).

Saat itu, mereka berdua memaparkan sejumlah ide kepada Presiden Joko Widodo mengenai konsep pembukaan Asian Games 2018. Untuk lebih memeriahkan acara, Kepala Negara juga diajak untuk turut andil dalam pembukaan tersebut dan diberi tiga pilihan.

"Saya diberi tiga alternatif saat itu, yang biasa, yang agak ekstrem, dan yang ketiga ini yang ekstrem. Saya pilih yang ketiga, saya pilih yang ekstrem. Sudah, nah itu jadinya seperti itu," ceritanya.

photo
Presiden Jokowi melakukan aksi akrobatik menggunakan motor di pembukaan Asian Games 2018.
Namun, aksi Jokowi yang dimaksudkan sebagai hiburan justru menjadi bahan perbincangan lantaran terdapat peran pengganti atau stuntman. Menanggapi hal ini, Jokowi pun menegaskan seorang presiden tidak bisa melakukan akrobatik.

"Jadi sekali lagi, kalau yang namanya Presiden disuruh akrobat seperti itu ya gila, Bro! Ya enggaklah," canda Presiden.
Kendati demikian, melalui acara pembukaan Asian Games 2018 ini, Presiden semakin menyadari kemampuan anak bangsa untuk menjalankan acara berskala internasional tidaklah kalah dengan negara-negara lain. Kemampuan ini bila dimanfaatkan dengan baik akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

"Yang bergerak di Asian Games ini 99 persen adalah anak-anak muda. Yang menari, yang volunter, lebih dari 15 ribu itu semuanya anak-anak muda. Artinya, setelah kita bandingkan dengan pembukaan di negara-negara lain, enggak kalah kita, enggak kalah," tandasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA