Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Rio Rizky, Anak Petani Sigi Peraih Emas Asian Games

Rabu 29 Aug 2018 12:58 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Rio Rizky Darmawan (kiri) bersama keluarga dan Pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan Sigi Sulawesi Tengah Aziz Wilkerson di rumahnya di Kulawi Selatan Sigi Sulawesi Tengah.

Rio Rizky Darmawan (kiri) bersama keluarga dan Pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan Sigi Sulawesi Tengah Aziz Wilkerson di rumahnya di Kulawi Selatan Sigi Sulawesi Tengah.

Foto: Dok pribadi
Rio tinggal di daerah yang tak memiliki laut dan danau, tapi dia menjuarai dayung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rio Rizky Darmawan, salah satu atlet dayung yang berhasil menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Tim dayung Indonesia meraih emas pada nomor Lightweight Men 8+ (dayung 8 orang kelas ringan) yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (24/8).

Rio berasal dari keluarga sederhana asal Kulawi Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah. Rio tinggal di daerah yang tidak memiliki laut dan danau, keterbatasan akses, jauh dari perkotaan, Namun tidak menyurutkan semangatnya menjadi atlet berprestasi dan siapa sangka jadi atlet dayung peraih medali emas.

photo
Rio Rizky Darmawan bersama Pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan Sigi, Sulawesi Tengah, Aziz Wilkerson.
Ia merupakan anak dari pasangan Rasna (39) dan Nasir A (40). Merka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018. "Ia berasal dari keluarga petani. Lahir dari keluarga kurang mampu, dibesarkan dan dididik oleh orang tua di rumah sederhana, hidup di daerah pegunungan bukan menjadi penghalang bagi Rio Risky untuk meraih prestasi," kata Pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan Sigi, Sulawesi Tengah Aziz Wilkerson dalam keterangan tertulis, Rabu (29/8).

Rio lahir di desa Tompi Bugis pada 27 November 1998. Anak pertama dari empat bersaudara ini di kenal sangat ramah dengan orang lain. Rio memiliki adik bernama Roi Fitrawan (13) Sekolah di SMP 13 Palu, Khazana (8) sekolah di SDI Tompi Bugis, dan Akifa Naila (4) yang masih TK.

Aziz mengatakan, Rio tidak pernah bercita-cita menjadi seorang atlet dayung. Apalagi sampai membawa nama Indonesia di ajang olahraga terbesar se-Asia. Rio sudah masuk di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sulawesi Tengah sejak 2014 berdasarkan rekomendasi Kepala SMANOR Tadulako Palu Muh Jufri. "Sejak itulah Rio Risky memulai kariernya menjadi seorang atlet dayung Indonesia," kata Aziz.

photo
Medali-medali yang pernah diraih Rio Rizky
Sebelumnya, Rio meraih juara 4 POPNAS PPLP 2014 di Makassar, meraih satu perak POPNAS XII di Jawa Barat 2015, meraih dua emas Kejurnas Dayung antar-PPLP/PPLPD 2015 di Ambon, meraih perunggu PON XIX 2016 di Jawa Barat dan perak South East Asian Rowing Federation (SEARF) di Vietnam 2017. Serta meraih emas pada Asian Rowing Cup di Palembang 2017 dan dua emas di Asian Cup II di Singapura tahun 2018.

Rio Risky merupakan alumni SMANOR Tadulako Palu pada 2017, SMP 6 Sigi (2014), SDI Tompi Bugis (2011). Dia membuktikan dengan segala keterbatasan tidak menjadi penghalang meraih kesuksesan. "Semoga Rio Risky menjadi inspirasi dan semangat bagi anak-anak dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Indonesia bahwa tidak ada yang mustahil selagi masih ada kemauan," imbuh Aziz.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA