Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Mendag: Beras Impor Didistribusikan ke Pasar Mulai Hari Ini

Senin 27 Aug 2018 13:00 WIB

Rep: Adinda Priyanka/ Red: Nidia Zuraya

 Impor Beras Dibuka

Impor Beras Dibuka

Foto: Mardiah
Pada tahun ini pemerintah akan mengimpor beras sebanyak 2 juta ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, beras impor akan didistribusikan ke pasar mulai hari ini, Senin (27/8). Kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian pada Senin (27/8) pagi.

Rakor membicarakan terkait upaya untuk menekan harga beras agar sesuai harga eceran tertinggi (HET), termasuk dengan menggelontorkan beras impor ke pasar. "Kalau harganya naik, nanti siapa yang merugi? Konsumen," ujar Mendag kepada wartawan seusai menghadiri rakor.

Pendistribusian beras impor ke pasar akan terus dilaksanakan sampai harga beras di pasaran mulai stabil. Kebijakan ini, menurut Mendag, dilakukan agar tidak ada lagi harga beras yang berada di atas level HET sehingga merugikan konsumen.

Baca juga, Impor Beras Jelang Panen, Petani: Kami Menolak

Enggar memastikan, pemberian izin impor beras sebanyak 2 juta ton kepada Perum Bulog sudah diputuskan sejak beberapa bulan lalu melalui rakor. Dalam rapat itu, dibicarakan bahwa pasokan di dalam negeri berkurang dan kecenderungan harga meningkat sehingga dibutuhkan tambahan beras dari impor untuk mengisi kekurangan tersebut.

photo
Impor beras Indonesia berlebihan

Enggar mengingatkan, impor beras di atas 2 juta ton tidak hanya terjadi pada tahun ini. Pada 2014, ungkapnya, pemerintah mengimpor beras sebanyak 2,5 juta ton. Sementara, pada 2015 dan 2016 sempat menurun ke angka 1,5 juta ton. "Itu total akumulasi, memastikan persediaan terjaga," tuturnya.

Impor 2 juta ton beras pada periode 2018 akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni 500 juta ton, 500 juta ton, dan 1 juta ton. Enggar menganggap, jumlah tersebut sudah cukup dengan asumsi produksi berjalan dengan baik.

Enggar menjelaskan, keputusan impor beras ini tidak terkait khusus dengan Pemilu 2019. "Kita bicara inflasi dan harga. Bulan apa pun, tidak akan kami biarkan (inflasi dan harga naik). Kita akan tetap jaga inflasi naik 3,5 persen," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan izin impor beras untuk Bulog sebesar 1 juta ton pada pertengahan tahun ini. Izin impor ini merupakan ketiga kalinya setelah sebelumnya pemerintah secara berturut-turut mengeluarkan izin impor beras sebanyak dua kali dengan besaran 500 ribu kepada Bulog.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA