Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Berminat Suntik Kolagen? Begini Kata Dokter

Ahad 19 Aug 2018 18:48 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Wanita hendak melakukan perawatan kecantikan di sebuah klinik.

Wanita hendak melakukan perawatan kecantikan di sebuah klinik.

Foto: Republika/Darmawan
Masyarakat diminta mencari tahu lebih dulu kandungan yang akan disuntikkan ke kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belakangan ini suntik kolagen mendulang popularitas di antara perempuan yang ingin mempercantik kulitnya. Suntik kolagen diyakini dapat membuat kulit tampak lebih halus dan kenyal. Benarkah?

"Apa sih suntik kolagen itu? Memangnya kolagen bisa disuntik? Apa yang disuntikkan?" ungkap spesialis kulit dan kelamin dari Bamed Skin Care dr Adhimukti T Sampurna SpKK FINSDV dalam peringatan Sewindu Bamed Melayani, di Jakarta.

Adhimukti mengatakan masyarakat sebaiknya tak hanya menaruh perhatian besar pada produk perawatan kulit yang diaplikasikan dari luar saja. Masyarakat juga perlu lebih memperhatikan jenis perawatan kulit yang diberikan melalui obat minum maupun suntikan.

"Yang dioles saja teman-teman sudah concern, apa ini aman, dan lain-lain, ini yang disuntik masa nggak lebih concern? Harus lebih concern," tambah Adhimukti.

Sebelum memutuskan untuk suntik kolagen, Adhimukti menyarankan agar masyarakat mencari tahu lebih dulu kandungan yang akan disuntikkan. Apakah kandungan yang akan disuntikkan adalah vitamin C dan antioksidan atau benar-benar kolagen.

Baca juga: Berani Cantik dengan Suntik Filler?

Adhimukti mengatakan umumnya perawatan yang disebut suntik kolagen oleh masyarakat awam berisi vitamin C dan antioksidan. Akan menjadi masalah, lanjut Adhimukti, jika yang disuntikkan dalam suntik kolagen benar-benar berisikan kolagen.

"Kalau benar-benar kolagen, nggak bisa diserap di pembuluh darah, akan membentuk plak dan sumbatan. Bisa strok," jelas Adhimukti.

Secara umum, Adhimukti mengatakan perawatan kulit terbaik adalah perawatan kulit yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan dilakuakn dengan berbagai pendekatan. Masyarakat sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis sebelum memulai perawatan agar bisa mendapatkan jenis perawatan yang benar-benar sesuai.

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis perawatan kulit yang tepat bagi seseorang. Faktor-faktor ini meliputi jenis kelamin, usia hingga aktivitas sehari-hari orang tersebut.

Adhimukti mencontohkan, geothermal engineer, pramugari dan teller bank memiliki kesamaan dalam hal beraktivitas di dalam ruangan. Meski sama-sama beraktivitas di dalam ruangan, ketiga individu ini akan membutuhkan jenis perawatan yang berbeda. "Treatment itu tidak sama untuk tiap individu," jelas Adhimukti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA