Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Tari Poco-Poco Menggema di Negeri Gurun Pasir

Sabtu 11 Aug 2018 08:44 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KJRI Jeddah usai menari poco-poco

Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KJRI Jeddah usai menari poco-poco

Foto: Dokumen KJRI Jeddah
Ibu-ibu DPW KJRI Jeddah KJRI di Jeddah ikut memeriahkan pemecahan rekor dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Uniq Safa, WNI yang tinggal di Jeddah

Pada 14 Februari 2016, Tari Poco-Poco Nusantara pernah diikuti 10 ribu peserta dan digelar di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta. Senam itu diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan FOKBI berjaya meraih anugerah penghargaan Rekor Dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor lebih dahsyat terjadi setelah Senam Poco-Poco yang digelar di Monas hingga di area car free day Sudirman-Thamrin diikuti 65 ribu peserta pada 4 Agustus 2018. Tarian itu pun memecahkan rekor dunia.

Demam Tari Poco-Poco pun menggema hingga ke Jeddah, Arab Saudi. Di halaman Wisma Indonesia, ibu-ibu Darma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Jeddah ikut memeriahkan tari poco-poco yang digelar di Tanah Air.

Ketika Zulfah, ibu Konsulat Jenderal Republika Indonesia mengirimkan pesan WhatApp mengatakan DWP KJRI Jeddah terpilih untuk senam Poco-Poco, saya sebagai WNI yang jauh dari Tanah Air ikut senang. Meski belum pernah mempraktikkan tari poco-poco.

"Dharma Wanita Persatuan KJRI Jeddah mendapat kehormatan turut serta berpartisipasi dalam Guiness World Record The Largest Poco-poco 2018.
Alhamdulillah merupakan suatu kebanggaan karena DWP KJRI terpilih mewakili salah satu perwakilan DWP di LN bersama-sama dengan DWP KBRI Singapore dan DWP KBRI Malaysia," kata Ibu Zulfah, selaku pembina DWP KJRI Jeddah.

"Kita tidak boleh mengecewakan, apa yang dipercayakan kepada kita. Ayo tunjukkan bahwa DWP KJRI Jeddah bisa memberi yang terbaik."

Dengan gerak cepat dan tangkas tim pengurus DWP membentuk panitia kecil untuk mengkoordinasi. Tujuannya agar latihan senam poco-poco lancar. Waktu berlatih sangat singkat hanya lima kali setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 2 siang waktu Saudi. Alhamdulillah disediakan antar jemput bagi ibu-ibu yang berlatih, dan konsumsi.

photo
Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KJRI Jeddah menari poco-poco. (Foto: Dokumentasi KJRI Jeddah)
Peserta senam terdiri dari home staf, lokal staf, guru- guru SIJ, masyarakat dan shelter. Peserta yang belum pernah ikut senam sampai bisa gerakan mendekati sempurna.

Ini adalah benar-benar kerja keras pelatih yang sabar dalam melatih. Antar ibu-ibu pun saling melatih dan membenarkan gerakan yang benar. Sungguh suatu kerja keras dan kekompakan antar ibu-ibu.

Ibu Zulfah sendiri turut terlibat dengan mencari kostum dan aksesoris keperluan penampilan. Beliau ingin maksimal mempersembahkan sebagai wujud cinta dan bangga dengan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Kreatifitas ibu Zulfah dalam ide untuk kostum senam poco-poco sungguh luar biasa, perlu diajungkan jempol. Ide ini terinspirasi suku Irian jaya, kami memakai kostum hitam dan menggunakan rumbai-rumbai dari daun kurma dan di kepala menggunakan bulu-bulu merah putih dan di tengahnya ada burungnya. Di pergelangan tangan pun diberi gelang bulu merah putih agar gerakan tangan kita menarik.

Semua ibu-ibu dan team sukses poco-poco membuat rumbai-rumbai dan merangkai bulu-bulu sebagai acsesoris. Setelah beberapa kali latihan dan kostum siap, tibalah waktu pengambilan gambar video di Halaman Wisma Indonesia Jeddah. Di hadiri bapak Konjen dan tamu undangan. Alhamdulillah pengambilan gambar video sukses, walaupun beberapa kali pengulangan untuk pengambilan gambarnya.

"Susah juga ya jadi artis!? Karena bolak balik shooting ambil gambar dan posisi yang terbaik," kata ibu-ibu peserta tari poco-poco sambil senyum-senyum.

Ternyata, semua pengorbanan belum selesai. Esok harinya kami mendapat kabar di grup Whatshapp kami salah kostum, karena kostum harus sama dengan petunjuk dari pusat.

Dengan sigapnya pagi-pagi ibu Konjen turun ke pasar untuk mencari kostum lagi. Kami semua peserta diharap sore untuk hadir dan pengambilan gambar video dengan kostum baru.

Masya Allah hasilnya luar biasa. Kostum baru merah putih sebagai lambang keberanian dan kesucian hati kita sebagai bangsa Indonesia. Luar biasa ibu-ibu DWP dengan semangat merah putih yang membara untuk mempersembahkan yang terbaik dari perwakilan DWP KJRI Jeddah.

Bagi kami sebagai masyarakat suatu kehormatan dan bangga diajak bergabung senam Poco-poco dengan DWP KJRI Jeddah. Terima kasih kepada bapak Konjen yang telah memberikan piagam penghargaan. Kami ucapkan terima kasih kepada ibu Konjen dan ibu-ibu pengurus DWP KJRI Jeddah yang dengan sabar melatih dan menyiapkan kostum sehingga dapat berjalan lancar. Dan Kami bangga sebagai warga Indonesia walaupun kami tinggal jauh dari tanah air, tetapi kami tetap cinta dan bangga dengan kekayaan budaya bangsa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA