Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

'Ekonomi Halal Jadi Arus Baru Dorong Perekonomian Global'

Ahad 29 Jul 2018 19:03 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah perahu nelayan bersandar seusai melaut di tepi pantai Pelabuhan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Rabu (25/7). Potensi segmen wisata halal dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup halal saat ini.

Sejumlah perahu nelayan bersandar seusai melaut di tepi pantai Pelabuhan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Rabu (25/7). Potensi segmen wisata halal dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup halal saat ini.

Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Indonesia dapat memaksimalkan permintaan produk halal di negara tujuan ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang PS Brodjonegoro, menyatakan, ekonomi halal merupakan sebuah arus perekonomian baru yang berpotensi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi global. Potensi tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnnya pertumbuhan populasi Muslim dunia yang diperkirakan akan mencapai 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2030. 

Kedua, meningkatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara Muslim. Ketiga, munculnya pasar halal potensial seperti Chna dan India. Mengingat besarnya potensi ini, seluruh pihak baik pemerintah, pelaku bisnis, maupun masyarakat secara umum diminta berupaya menangkap potensi pasar tersebut. 

Bambang menambahkan, melihat data dari Comtrade tahun 2017, peran ekspor produk halal Indonesia mencapai 21 persen dari total ekspor secara keseluruhan. Walaupun besaran peran tersebut masih kecil, perkembangan ekspor produk halal Indonesia mengalami peningkatan sebesar 19 persen dari 2016. Di masa mendatang, peran ekspor produk halal ini harus ditingkatkan. 

“Dalam hal ini, kita harus dapat meningkatkan ekspor produk dengan memaksimalkan pemanfaatan permintaan dari negara tujuan ekspor produk halal serta potensi ke negara anggota OKI seperti Mesir dan UAE,” kata Bambang melalui siaran pers, Ahad (29/7). 

Meningkatnya ekspor dapat mendorong perbaikan defisit transaksi berjalan. Untuk itu pemerintah diminta memaksimalkan dan memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan komoditas untuk diekspor, terutama produk halal.

Bambang menilai potensi segmen industri halal yang dapat dikembangkan oleh Indonesia berupa segmen pariwisata halal yang saat ini tengah populer dan menjadi fenomena di kalangan pelaku industri pariwisata. Pariwisata halal merupakan segmen yang terus berkembang secara global. Sejak 2011, pelancong muslim memiliki pengeluaran terbesar dunia pada sektor pariwisata, yang besarnya mencapai 120 miliar dolar AS pada 2015. Sementara pertumbuhan wisatawan muslim meningkat hingga 6,3 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA