Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Cara Label Mode Australia Rayakan Keberagaman

Sabtu 28 Jul 2018 02:07 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Esthi Maharani

Koleksi skarf / ilustrasi

Koleksi skarf / ilustrasi

Foto: Republika/Desy Susilawati
MOGA mencari model dengan berbagai bentuk tubuh dan warna kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Model busana lazimnya berkulit cerah, berwajah cantik, dan bertubuh langsing semampai. Namun, hal baru dilakukan label mode MOGA yang berbasis di Melbourne, Australia, sebagai cara untuk merayakan keberagaman.

MOGA mengumumkan seleksi terbuka untuk mencari model yang bisa merepresentasikan mereknya. Jenama yang terkenal dengan kain skarf bermotif itu mencari model dengan berbagai bentuk tubuh dan warna kulit.

Perusahaan juga memiliki kebijakan baru, yaitu tidak menampilkan model Kaukasia pada iklan dan gambar resmi yang dilempar ke publik. Hal itu dilakukan sebagai pengingat bahwa model tidak hanya yang berkulit putih.

"Kami telah menetapkan ini untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi ras dan etnis minoritas. Lebih berhati-hati pada siapa yang dipilih untuk mewakili koleksi kami," kata MOGA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Daily Mail.

Perancang busana MOGA Azahn Munas menjelaskan bahwa keputusan perusahaan memiliki misi untuk tidak mengasingkan ras apapun. Pria 23 tahun kelahiran Sri Lanka itu menekankan inklusivitas sebagai pesan utama aksi mereka.

Perusahaan yang berdiri pada September 2016 itu sebelumnya menuai perhatian karena kampanye "More Than Meat". Gerakan yang berlangsung awal 2017 itu menampilkan skarf yang seluruhnya terbuat dari daging, simbol bahwa perempuan bukan hanya daging dan tulang.

Disampaikan Munas, produk MOGA juga diminati banyak Muslimah yang tinggal di Australia. Melalui produk dan programnya, MOGA hendak menumbuhkan lingkungan toleransi dan penerimaan bagi para perempuan berjilbab.
 
"Sebagai seorang desainer, saya tidak pernah berniat menyakiti atau menyerang siapa pun. Lebih baik menggunakan sarana yang saya miliki sebagai katalisator perubahan," ujar Munas pada sebuah unggahan di blog pribadinya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA