Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Negara ini Alami Peningkatan Pengidap Depresi pada Anak

Jumat 27 Jul 2018 16:54 WIB

Rep: Nora Azizah / Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Anak depresi kerap terlihat murung. Ilustrasi.

Anak depresi kerap terlihat murung. Ilustrasi.

Foto: babble.com
Inggris mengalami peningkatan pemberian resep antidepresan pada anak dibawah umur

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS -- Laporan BBC News beberapa hari lalu menunjukkan, jumlah anti depresan yang diresepkan pada anak-anak meningkat selama tiga tahun terakhir. Kenaikan tersebut terjadi di Inggris sebesar 15 persen, Skotlandia 10 persen, dan Irlandia Utara 6 persen. Secara total ada 950 ribu resep telah dikeluarkan pada April 2015 hingga Maret 2018.

Para ahli menyimpulkan kenaikan angka tersebut terhadap pelayanan kesehatan mental spesialis. Namun antidepresan harus diresepkan dengan pengawasan ketat. Badan kesehatan Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara sepakat berkomitmen menjaga kesehatan mental anak. Sementara badan kesehatan Wales tidak bisa memberikan data serupa.

Berdasarkan data, jumlah resep meningkat dari sekitar 290 ribu pada 2015-2016 menjadi lebih dari 330 ribu di 2017-2018. Peningkatan paling tajam terlihat pada usia termuda 12 tahun ke bawah. Jumlah resep untuk mereka meningkat 24 persen, yakni dari 14.500 menjadi 18 ribu.

Dr Bernadka Dubicka yang memimpin Fakultas Anak dan Remaja Royal College of Psychiatrists mengatakan, penelitian menyebutkan ada satu dari empat anak yang dirawat karena masalah mental.

"Fakta resep antidepresan meningkat menjadi cermin langkah yang lambat dalam mengobati," ujar Dubicka. Namun sangat penting memberikan anak akses ke terapi psikologis.

Meski demikian Dubicka mengatakan, fakta terkait pemberian resep antidepresan tidak diketahui secara pasti. Hendaknya obat tersebut harus digunakan hati-hati dan dimonitor. Manfaat serta risiko penggunaannya harus diperhitungkan dan digunakan secara bijaksana.

Badan Kesehatan Young Minds juga memaparkan, daftar tunggu konsultasi kesehatan mental anak dan remaja juga meningkat. Kepala Penasihat Young Minds Marc Bush mengatakan bahwa pemerintah baru menetapkan jadwal konsultasi terbaru. "Saat ini sekitar 12 pekan, waktu yang lama dan membuat sulit," jelas Bush.

Bush menjelaskan, jadwal tunggu yang lama menjadi jalan ke luar bagi terapis memberikan resep antidepresan tersebut. Namun hal tersebut justru dianggap berbahaya. Dalam beberapa kasus yang terjadi, antidepresan justru memicu anak-anak untuk menyakiti dirinya sendiri bahkan hingga bunuh diri.

Seperti yang terjadi pada remaja bernama Reece Burrowes. Remaja pria berusia 17 tahun tersebut ditemukan tewas di sebuah taman di London pada Desember 2015 lalu. Ia tewas bunuh diri setelah beberapa hari diresepkan antidepresan. Meski demikian polisi menyatakan tidak ada kaitan antara kematian bunuh diri Burrowes dengan obat antidepresan.

National Institute for Health and Care Excellence (NICE) telah memiliki panduan jelas terhadap pemberian resep antidepresan. Resep harus ditulis psikiater anak, bukan dokter umum. Antidepresan harus ditawarkan bersamaan dengan terapi psikologis. Pasien juga harus dipantau untuk memeriksa reaksi yang negatif dan mengkhawatirkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA