Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Bappenas: Afrika Pasar Potensial Produk Halal

Rabu 25 Jul 2018 16:27 WIB

Red: Friska Yolanda

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

Foto: Dok Bappenas
Produk yang dapat berkontribusi positif di antaranya makanan, farmasi dan kosmetika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan negara-negara di Afrika merupakan pasar potensial produk halal Indonesia. Hampir semua produk halal asal Indonesia dapat diekspor ke Afrika.

Bambang mengatakan Afrika merupakan pasar masa depan bagi produk halal Indonesia karena penduduknya mencapai satu miliar orang. Laju pertumbuhan penduduk pun tergolong tinggi. Dari jumlah penduduk tersebut, sekitar 40 persen beragama Islam.

Dalam diskusi bertajuk 'Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia' di Jakarta, Rabu (25/7), Bambang mengatakan hampir semua produk halal Tanah Air mempunyai potensi. Produk halal yang dapat dikelola untuk dapat berkontribusi positif antara lain sektor industri makanan dan minuman, farmasi, dan kosmetika.

Selain negara Afrika, Bappenas juga memandang Asia Tengah sebagai kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pasar produk halal Indonesia. Untuk menjangkau pasar potensial tersebut, Bambang mengatakan industri halal di Indonesia harus mampu berorientasi ekspor terlebih dahulu.

Ia menyoroti produk halal yang posisinya masih banyak net impor, misalnya busana muslimah yang masih didominasi produk luar negeri meskipun ada sebagian produsen Tanah Air yang melakukan ekspor. "Kalau kita belum berorientasi ekspor, nanti akan kalah bersaing dengan negara lain yang ekspor produknya ke Afrika. Ekspor harus tahu mau kemana dan produknya apa yang mau dijual ke sana," kata dia.

Bambang berharap semua pemangku kepentingan di sektor riil dan keuangan fokus pada penciptaan pasar dan produk halal. Tahap berikutnya yaitu melalui fasilitasi ekspor dan mengelola impor. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA