Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Menlu Retno Jadi Pelari Pertama Torch Relay Asian Games 2018

Kamis 19 Jul 2018 08:13 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Hazliansyah

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi pelari pertama yang membawa obor Asian Games dalam Torch Relay Asian Games 2018

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi pelari pertama yang membawa obor Asian Games dalam Torch Relay Asian Games 2018

Foto: Republika/Fitriyanto
Menlu akan berlari sejauh 300 meter

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi menjadi pelari pertama yang membawa obor api Asian Games dalam rangkaian "Torch Relay Asian Games 2018". Menlu akan berlari sambil membawa obor seberat 2,5 kilogram sejauh 300 meter dengan titik awal di Keraton Yogyakarta, Kamis (19/7) pagi.

Kirab obor akan berakhir di Tugu Yogyakarta sebelum dibawa menuju Kota Solo.

"Pagi ini dimulai dari Yogyakarta, api akan memulai tur ke-53 kota se-Indonesia. Kami senang Torch Relay dimulai dari Yogyakarta," ujar Sekjen Inasgoc, Eris Heryanto saat sambutan kirab obor Asian Games di Pagelaran Keraton, Kamis (19/7/2018).

Obor Asian Games, sebelum diserahkan kepada Menlu, terlebih dahulu dinyalakan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang disaksikan Ketua Pelaksana Asian Games 2018 Erick Thohir.

Setelah Menlu, pelari yang akan melanjutkan estafet kirab obor adalah Kapolda DIY Brigjen Pol. Ahmad Dofiri dan Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Tedi Rizalihadi. Sejumlah mantan atlet nasional asal Yogyakarta yang pernah membela Indonesia di Asian Games juga ikut menjadi pelari pembawa obor Asian Games. Diantaranya Finarsih (bulu tangkis), Nurhayati (Balap Sepeda) dan lainnya.

Finarsih peraih perunggu Asian Games 1994 Hiroshima dan Nurhayati peraih perunggu Asian Games 1990 Cina, keduanya mengaku bangga bisa menjadi bagian peristiwa bersejarah ini.

"Sangat beruntung dan bangga bisa dipilih jadi pembawa obor. Padahal masih banyak atlet asal Yogyakarta lainnya," ujar Finarsih.

Rute kirab di Yogyakarta dimulai dari Pagelaran Keraton-Titik Nol Kilometer ke arah Barat-PKU Muhammadiyah ke Utara-Jalan Bhayangkara-Pasar Kembang ke Timur ke Teteg Malioboro.

Dari Teteg kemudian masuk ke Jalan Malioboro-Titik Nol-Jalan Senopati-Perempatan Gondomanan ke selatan-Pojok Beteng Wetan-Pojok Beteng Kulon ke arah utara-Ngabean-Ngampilan ke arah barat-Samsat-perempatan Pingit-Tugu Yogyakarta.

Di Tugu Yogyakarta, api akan dilepas oleh Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan diserahkan ke INASGOC untuk dibawa ke Solo. Kirab sendiri diprediksi akan berlangsung selama tiga jam, dan berakhir pukul 10.00 WIB di Tugu. Dari Tugu, obor akan dilepas menuju Solo.

Setibanya di Solo, rencananya obor akan diterima di Stadion Sriwedari Solo, Kamis (19/7) siang. Kegiatan Kirab Obor di Solo ini akan diramaikan dengan kehadiran aktris peran Dian Sastrowardoyo dan mantan pebulu tangkis nasional Sigit Budiarto.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA