Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Rumah Arca, Alternatif Wisata Sejarah di Boyolali

Sabtu 14 Jul 2018 16:08 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Arca Ganesha.

Arca Ganesha.

Foto: Antara
Sebanyak 272 arca terdapat di Rumah Arca.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Rumah Arca Boyolali menjadi tujuan menarik untuk mengenal sejarah Keraton Pengging. Sebanyak 272 arca terdapat di lokasi wisata yang terletak di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

"Tepatnya saat ini ada sebanyak 272 arca yang menjadi koleksi di Rumah Arca Boyolali," kata pengelola Rumah Arca Karninto di Boyolali, Sabtu.

Menurut dia, lebih dari 90 persen jumlah arca ditemukan di Kecamatan Banyudono yang menjadi petilasan keraton yang berhubungan erat dengan keberadaan Keraton Surakarta tersebut. Ia mengatakan rumah arca yang dikelola langsung oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah tersebut cukup memiliki banyak pengunjung baik masyarakat umum maupun pelajar.

"Dalam satu bulan bisa sampai ratusan pengunjung, ada yang hanya sekadar jalan-jalan. Ada juga yang belajar," katanya.

Arca yang ada di rumah arca tersebut terdiri dari berbagai ukuran. Untuk arca yang paling besar yaitu Ganesa dan Yoni dengan ukuran masing-masing tinggi 153 cm dan 143 cm serta lebarnya 125 cm.

"Untuk arca Ganesa dan Yoni ini ditemukan di lokasi yang sama, yaitu di Kecamatan Musuk," katanya.

Dia mengatakan arca tersebut lebih banyak ditemukan oleh masyarakat. Lokasi penemuannya juga beragam, di antaranya di pinggir jalan, pinggir sungai, dan pelataran rumah warga.

Sebagai apresiasi, pihaknya juga memberikan piagam kepada warga yang telah menemukan dan bersedia melaporkannya kepada BPCB Provinsi Jawa Tengah. Karninto mengatakan untuk data inventarisasi arca yang tercatat oleh BPCB Provinsi Jawa Tengah sudah sejak tahun 1976.

"Semua tercatat dan jumlahnya masih utuh. Hanya memang sejak ada Museum R Hamong Wardoyo, ada 11 koleksi yang ditempatkan di sana. Selebihnya semua ada di Rumah Arca," katanya.

Sebagaimana diketahui, Rumah Arca Boyolali sekitar dua tahun yang lalu dipindahkan dari Taman Kota Sono Kridanggo ke kompleks bangunan bekas Kabupaten Boyolali dalam rangka penataan.

Karninto mengatakan dengan perpindahan tersebut jumlah pengunjung makin banyak karena selain berkunjung ke rumah arca, masyarakat juga melihat Rusa Totol yang kandangnya bersebelahan dengan rumah arca tersebut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA