Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Halal Bihalal Semen Gresik dan Warga Dihibur Wayang Kulit

Rabu 11 Jul 2018 16:01 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq

Suasana pegelaran wayang kulit yang dilaksanakan Semen Gresik pada acara halal bihalal dengan masyarakat sekitar pabrik semen Rembang.

Suasana pegelaran wayang kulit yang dilaksanakan Semen Gresik pada acara halal bihalal dengan masyarakat sekitar pabrik semen Rembang.

Foto: Dokumen.
Pagelaran wayang kulit dilaksanakan di area parkir timur pabrik semen Rembang.

REPUBLIKA.CO.ID, REMBANG -- Gelar acara halal bihalal, Semen Gresik menghibur warga sekitar pabrik Rembang, Jawa Tengah, dengan pagelaran wayang kulit, Selasa (10/7) malam. Pagelaran wayang kulit yang mengambil lakon ‘Sesaji Raja Suya’ ini dibawakan oleh dalang Ki Gondrong Al Frustasi Puji Darsono.

Direktur Utama (Dirut) Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, mengatakan pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan di area parkir timur pabrik semen Rembang ini sengaja dipersembahkan untuk warga Rembang, untuk merangkai acara Halal Bihalal 1 Syawal 1439 Hijriah.

“Kami segenap keluarga besar Semen Gresik merasa sangat berbahagia dapat bersilaturahim langsung dengan masyarakat sekaligus menyediakan hiburan yang dapat dinikmati oleh ribuan orang dari berbagai kalangan,” ungkapnya.

Pagelaran wayang kulit ini, jelas Saifudin, juga sebagai upaya Semen Gresik untuk ikut melestarikan budaya milik bangsa agar tidak hilang ditelan masa.

Dalam pagelaran ini, juga dimeriahkan oleh seniman terkenal Markonyik, Wiwid Cak Dikin, serta Yeyen. Pagelaran wayang kulit lakon ‘Sesaji Raja Suya’ dipilih sebagai simbol harapan dan doa agar Kabupaten Rembang semakin sejahtera, gemah ripah loh jinawi.

Bersama pagelaran wayang kulit, juga disajikan sembilan macam polo pendem, polo sempar, dan polo gumantung sebagai hasil bumi masyarakat yang melambangkan kemakmuran dan tercukupinya kebutuhan warga.

Plot cerita yang akan ditampilkan dalam pagelaran malam hari ini berkisar tentang penobatan Prabu Puntadewa yang baru saja diangkat menjadi raja di Indraprasta dengan mengadakan persembahan sesaji Rajasuya dengan harapan agar selama masa pemerintahannya, negara menjadi damai dan tidak peperangan.

Di lain pihak, Prabu Jarasanda berencana mengadakan sesaji Kala Rodra yaitu menaklukan raja di 100 negara yang kemudian akan dipenggal kepalanya untuk dipersembahkan kepada Batara Kala, termasuk Prabu Puntadewa.

“Pertempuran pun tak terhindarkan yang diakhiri dengan tewasnya Prabu Jarasanda yang dirayakan sebagai simbol kemenangan kebenaran dan keadilan atas kejahatan dan keserakahan,” jelas Saifudin.

Sementara itu, acara halal bihalal ini dihadiri oleh bupati dan wakil bupati Rembang, segenap Forkompinda Kabupaten Rembang, serta tokoh masyarakat di sekitar pabrik semen di Rembang.

Hiburan ini juga dihadiri oleh ribuan masyarakat Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora yang memang lokasinya berdekatan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA