Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

ICE, Ajang Mencari Barista Terbaik Indonesia

Senin 09 Jul 2018 07:02 WIB

Rep: mgrol105/ Red: Andi Nur Aminah

(Dari kiri ke kanan) Wiwiek Roberto, Project Director of PT Pamerindo Indonesia, Syafrudin, Ketua Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), dan Ario Fajar Head of Marketing Department Toffin Indonesia saat konferensi pers rencana pelaksanaan  Indonesia Coffee Event (ICE)

(Dari kiri ke kanan) Wiwiek Roberto, Project Director of PT Pamerindo Indonesia, Syafrudin, Ketua Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), dan Ario Fajar Head of Marketing Department Toffin Indonesia saat konferensi pers rencana pelaksanaan Indonesia Coffee Event (ICE)

Foto: Mgrol105
Barista terbaik di ajang ini akan mewakili Indonesia di kejuaraan dunia di Brazil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangkaian kompetisi akan berlangsung bersamaan dengan peluncuran edisi pertama Hotelex Indonesia, yang akan diselenggarakan pada 18-20 Juli 2018 mendatang di JIEXPO Kemayoran. Kompetisi tersebut di antaranya adalah Indonesia Brewers Cup 2018 (IBRC 2018), Indonesia Latte Art Championship (ILAC 2018) dan Indonesia Cup Tasters Championship 2018 (ICTC). Semuanya akan berlangsung di Hotelex Indonesia dan akan menampilkan 24 peserta.

Para peserta akan bersaing untuk menjadi pemenang pertama. Juaranya akan mewakili Indonesia di kejuaraan Dunia di Brasil pada November 2018.

Kompetisi-kompetisi ini terangkum dalam Indonesia Coffee Event (ICE) yang diselenggarakan oleh Barista Guild Indonesia (BGI). BGI adalah bagian dari Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI) yang merupakan acara tahunan yang ke-7 kalinya diselenggarakan.

Kompetisi IBRC 2018 diikuti oleh brewer-brewer potensial yang dibebaskan untuk memilih kopi single origin yang akan dipresentasikan. Tentu tak cukup dengan rasa dan aroma kopi saja untuk para brewer menyisihkan pesaing brewer lainnya. Dibutuhkan serangkaian riset, latihan repetitif, dan instrumen yang presisi untuk mendapatkan potensi maksimal kopi.

Selain itu, peserta juga harus cakap dalam melakukan presentasi. Para brewer harus bisa meyakinkan juri bahwa kopi inilah yang terbaik.

Sementara dalam kompetisi ILAC 2018, para barista harus menampilkan free pour style dan decorative style. Yaitu seni menuang latte yang menampilkan desain-desain menarik baik dengan cara free pour maupun dengan etching. Penilaiannya adalah berdasarkan atribut visual, kreativitas dan pola yang identik pada tiap cangkir kopinya.

Kompetisi terakhir, adalah ICTC 2018. Dalam kompetisi ini para barista bertanding adu cepat dan tepat dalam mengidentifikasi kopi secara blind test. Atribut rasa dan aroma kopi memang menjadi pembeda kopi origin satu dengan lainnya. Namun tentu harus didukung dengan penginderaan yang tepat untuk bisa membedakan kopi dengan cepat.

Ketua Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), Syafrudin memperkirakan produksi kopi di Indonesia pada 2018 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Menurutnya, perbaikan ini bisa dilihat dari sisi kualitas dan kuantitas. Meningkatnya kualitas kopi dari sisi petani ini, akan turut mendongkrak harga kopi.

“Produksi kopi Indonesia tahun 2018, baik arabika maupun robusta, insya Allah lebih baik. Pada 2017, dari seluruh total produksi arabika dan robusta yaitu sekitar 670 hingga 680 ribu hektar, pada 2018 akan menjadi 800 ribu hektar. Artinya ada peningkatan,” kata Syafrudin, belum lama ini.

Syafrudin berpendapat, selain karena kualitas yang membaik, harga kopi akan turut meningkat lantaran semakin banyaknya permintaan pasar. Peningkatan produksi kopi ini dikarenakan cuaca pada 2018 yang lebih baik. Menurut Syafrudin, SCAI menilai bahwa Pamerindo Indonesia sebagai penyelenggara Hotelex & Finefood telah melakukan yang terbaik untuk melakukan promosi, terutama di bidang perkopian.

“Kami dari SCAI menilai bahwa Pamerindo telah melakukan yang terbaik untuk melakukan promosi terutama di bidang perkopian. Acara ini adalah salah satu ajang yang bergengsi,” kata Syafrudin.

Hadir dalam konferensi pers tiga orang pembicara yaitu Wiwiek Roberto sebagai Project Director of PT Pamerindo Indonesia, Syafrudin sebagai Ketua Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), dan Ario Fajar sebagai Head of Marketing Department Toffin Indonesia. “Ketertarikan kami untuk bergabung dalam acara ini adalah karena melihat Hotelex & Finefood yang diadakan di Shanghai memiliki jumlah pengunjung yang sangat banyak. Kami berharap dengan diadakannya acara ini dapat mendatangkan potential buyers bagi para exhibitor,” kata Ario, Head of Marketing Department Toffin Indonesia yang merupakan salah satu exhibitor dalam acara ini.

Penyelenggara Hotelex Indonesia akan menyambut lebih dari 12 ribu peserta. Mereka berasal dari beragam profesi mulai dari pemasok makanan, industri hotel restoran, kafe di dalam dan luar negeri, hotel, pemilik restoran, manajerial, chef, serta asosiasi pemerintah dan perdagangan. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA