Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Ini Alasan Moeldoko akan Tinggalkan Hanura

Selasa 03 Jul 2018 12:48 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers terkait aksi terorisme di sejumlah daerah, Senin (14/5).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers terkait aksi terorisme di sejumlah daerah, Senin (14/5).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Moeldoko kini menjabat wakil ketua Dewan Pembina Hanura.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengungkapkan alasannya mundur dari jabatannya sebagai wakil ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Moeldoko mengaku ingin fokus pada perannya sebagai kepala staf Presiden.

"Ya, saya ingin berfokus kepada tugas-tugas yang saya hadapi sekarang," ujar Moeldoko seusai menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Terbuka, di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/7).

Moeldoko tidak menginginkan, tugasnya sebagai kepala staf Presiden terbagi konsentrasinya dengan tugasnya sebagai politisi Partai Hati Nurani Rakyat. Dengan begitu, Moeldoko pun memutuskan untuk pamit pada partai tersebut.

"Biar nanti tidak terbebani yang lain-lain. Ya, itu saja alasan saya," kata Moeldoko.

Moeldoko bahkan menegaskan, dia tidak memiliki rencana bergabung ke partai politik lain setelah undur diri dari Partai Hanura. "Tidak, tidak," ucap Moeldoko singkat.

Sebelumnya, Moeldoko menyampaikan rencana pengunduran diri tersebut saat disinggung soal sikap Partai Hanura terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang berisi larangan bagi mantan koruptor maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019. Namun, rencana tersebut belum disampaikan secara resmi kepada Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang maupun Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Jenderal Purnawirawan TNI Wiranto.

Keinginan meninggalkan Hanura ini terungkap saat Moeldoko berbincang dengan sejumlah awak media di kantornya. Ketika ditanya mengeni pandangan dia sebagai orang partai terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang di dalamnya melarang mantan koruptor mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif, Meoldoko justru menyebut bahwa dia akan segera keluar dari Hanura.

"Saya sudah menyiapkan diri mengundurkan diri dari Hanura," ujar Moeldoko sambil tertawa pelan, Senin (2/7).

Moeldoko pun menceritakan, dia sebenarnya tidak pernah secara pribadi terlibat dalam urusan partai politik di Hanura. Jabatannya sebagai wakil ketua dewan pembina membuat Meoldoko lebih banyak berada di belakang dan tidak memberikan pengaruh banyak pada kinerja Partai Hanura.

"Untuk itu, saya mempertimbangkan mengundurkan diri karena tugas di sini (KSP) semakin tinggi frekuensinya. Makin banyak," kata Moeldoko.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA