Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Kapal Wisata Pulau Komodo Habis Disewa pada Libur Lebaran

Ahad 17 Jun 2018 06:04 WIB

Red: Nur Aini

Rana - Pulau Komodo

Rana - Pulau Komodo

Foto: Republika / Darmawan
Sebagian operator tur menunda perjalanan karena keterbatasan kapal.

REPUBLIKA.CO.ID, FLORES -- Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengemukakan para operator perjalanan wisata yang melayani permintaan paket Taman Nasional Komodo mengalami kesulitan menyediakan kapal wisata. Hal itu karena semuanya sudah disewakan pada masa libur Lebaran.

"Sulit sekali para operator 'tour' mendapatkan kapal wisata untuk saat-saat 'high season' seperti Lebaran ini terutama untuk melayani paket wisata Taman Nasional Komodo," katanya di Kupang, Rabu (13/6).

Menurutnya, permintaan paket tur ke Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, mulai membeludak memasuki liburan Lebaran pada Juni 2018. Tur diperkirakan hingga high season pada Agustus 2018.

Arus wisatawan ke destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba komodo (varanus komodoensis) itu, katanya, juga cukup berimbang antara wisatawan domestik dan mancanegara. Pemilik perusahaan yang melayani perjalanan wisata Flobamor Tour itu mengaku sudah menerima delapan paket tur, di antaranya, empat paket ke Taman Nasional Komodo serta Pulau Sumba dan Alor masing-masing dua paket tour.

Permintaan paket tur yang melimpah, katanya, juga dialami operator lainnya yang beroperasi di berbagai destinasi wisata unggulan yang menyebar di provinsi setempat.
Untuk paket wisata ke Taman Nasional Komodo lebih dominan untuk wisata mengunjungi Komodo dan hopping island yakni berkeliling ke pulau-pulau di sekitarnya.

Ia mengemukakan, ada pula operator tur terpaksa tidak melayani permintaan paket wisata Taman Nasional Komodo karena ketersediaan kapal wisata yang terbatas. Berbeda dengan permintaan paket wisata seperti ke Pulau Sumba dan Alor yang umumnya untuk tujuan wisata pantai dan di darat sehingga tidak harus membutuhkan kesediaan kapal wisata yang banyak. "Untuk ke Taman Nasional Komodo kalau memang tidak dapat kapal sama sekali biasanya kami minta agar ditunda waktunya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA