Mau Iktikaf di JIC, Ini Agendanya

Rep: Fuji E Permana/ Red: Agung Sasongko

 Selasa 05 Jun 2018 06:32 WIB

itikaf Foto: Republika itikaf

Kegiatan iktikaf di Masjid Raya JIC setiap tahun selalu ramai dihadiri jamaah.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sebagian umat Islam banyak yang menghabiskan waktunya di masjid untuk melakukan iktikaf. Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) turut memfasilitasi dan membuat program untuk orang-orang yang hendak melakukan iktikaf.

Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC Ustaz H Rakhmad Zailani Kiki mengatakan, kegiatan iktikaf di Masjid Raya JIC setiap tahun selalu ramai dihadiri jamaah dari berbagai daerah. Terutama pada malam ganjil dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan, orang yang iktikaf sangat banyak.

"Yang iktikaf bukan hanya dari Jakarta. Dari Karawang, dari daerah Jabodetabek, bahkan ada yang dari luar pulau karena memang dia sedang liburan di tempat saudaranya yang tinggal di Jakarta," kata Ustaz Kiki kepada Republika.co.id, Senin (4/6).

Ia menerangkan, orang yang melakukan iktikaf di Masjid Raya JIC ada yang menginap di masjid dari awal sampai akhir. Ada juga yang hanya iktikaf pada malam hari, sementara siang harinya orang tersebut bekerja.

Menyambut musim iktikaf, JIC menyiapkan obat-obatan sebagai persiapan jika ada orang yang sedang iktikaf jatuh sakit. JIC juga menyiapkan air mineral, gula, dan teh untuk orang yang bermalam di masjid. JIC setiap hari pada bulan Ramadhan juga menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.

photo
Infografis Adab Beriktikaf
"Untuk makan sahur biasanya ada donatur yang memberikan makan sahur, tapi juga jamaah yang iktikaf suka memberikan donasi untuk makan sahur," ujarnya.

Ustaz Kiki menyampaikan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peserta iktikaf banyak, sementara donatur terbatas. Sehingga, ada yang tidak kebagian makan sahur gratis.

Kemudia,n orang-orang yang hendak melakukan iktikaf punya inisiatif menyiapkan dana untuk makan sahur. Dana dari orang yang hendak melakukan iktikaf ditampung di panitia atau pengurus Masjid Raya JIC. Kemudian, panitia yang membeli makan sahur untuk orang yang sedang iktikaf.

Kegiatan iktikaf di Masjid Raya JIC, dijelaskan Ustaz Kiki, setelah shalat Tarawih sekitar pukul 21.30 sampai jam 23.00 WIB ada tausiyah. Kemudian, sekitar pukul 03.00 ada kegiatan shalat tahajud dan witir berjamaah. Setelah itu, baru makan sahur.

"Biasanya jam tiga atau jam setengah tiga tahajud berjamaah, lalu ada kegiatan zikir, dilanjutkan sahur bersama. Itu program iktikaf kita," ujarnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X