Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Antisipasi Harga Naik, Sukabumi Siapkan Lagi OPM

Senin 04 Jun 2018 23:24 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pasar Sukabumi

Pasar Sukabumi

Foto: Antara
Pelaksanaan OPM di Sukabumi akan dikoordinasikan dengan Bulog Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi mengantisipasi kenaikan harga sembako menjelang lebaran. Caranya dengan menyiapkan kembali operasi pasar murah (OPM) di sejumlah kecamatan.

"Sebelumnya Pemkot Sukabumi telah menggelar pasar murah Ramadhan sejak 22 Mei hingga 5 Juni 2018 di tujuh kecamatan. Bila harga sembako terus mengalami kenaikan maka OPM sembako akan kembali digelar," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskop UKM-PP) Kota Sukabumi Ayep Supriatna kepada wartawan Senin (4/6). 

Pelaksanaan OPM ini akan dikoordinasikan dengan Bulog dan Pemprov Jawa Barat. Rencananya dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi hanya beberapa titik yang digelar OPM seperti di Kecamatan Warudoyong dan Lembursitu. Jenis sembako yang mendapatkan prioritas untuk OPM yakni beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.

Namun ungkap Ayep, dari pantauannya saat ini harga sembako di pasaran dinilai masih stabil. Bahkan ada harga sembako yang mengalami penurunan harga dibandingkan sebelumnya.

Harga sembako yang stabil misalnya harga beras yang dijual pada kisaran Rp 9.600 per kilogram. Selain itu harga daging sapi yang dijual sebesar Rp 120 ribu per kilogram.

Menurut Ayep, kegiatan pasar murah Ramadhan beberapa waktu lalu hingga awal Juni ini dinilai efektif dalam mengendalikan harga di pasaran. Pasalnya barang sembako yang dijual dalam momen tersebut sebanyak 40 ton telah habis terjual.

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok sembako maupun harga, imbuh Ayep. Sebabnya pemerintah akan berupaya untuk mengendalikannya sesuai dengan aturan yang ada.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA