Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Pemkot Surabaya Berencana Bangun Jembatan Joyoboyo

Senin 04 Jun 2018 19:38 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Tri Rismaharini

Tri Rismaharini

Foto: dok. Republika
Jembatan Joyoboyo akan dibangun sepanjang 175 meter dan lebar 19,5 meter

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya memecah kemacetan yang terjadi di Kota Pahlawan. Salah satunya, dengan melanjutkan pembangunan frontage road sisi barat.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, untuk meneruskan pembangunan frontage road itu, ia mengaku akan membebaskan sejumlah lahan milik warga. Bahkan, untuk menunjang pembangunan ini, ia berencana membangun Jembatan Joyoboyo yang akan membantu akses masuk ke dalam kota.

"Jembatan ini akan membantu mengurai kemacetan akses masuk ke dalam kota. Jembatan ini kelanjutan frontage road, pembebasan tanah akan banyak sekali nanti," kata Risma di Surabaya pada Senin (4/6).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut menjelaskan, Jembatan Joyoboyo yang dibangun rencananya memiliki panjang 175 meter dan lebar 19, 5 meter. Jembatan ini membentang dari Pulo Wonokromo sampai Jl Joyoboyo, tepatnya depan Sekolah Santo Yoseph.

Sehingga, kalau dari selatan ada bus atau trem nantinya, tidak perlu masuk lewat jembatan lama atau jalur utama kota. "Tapi cukup lewat jembatan baru. Jadi sebelum Jalan Pulo Wonokromo sudah naik, sehingga kalau dari selatan ada bus atau trem bisa langsung ke terminal. Jadi, tidak ganggu jalur utama kota," ujar Risma.

Perempuan kelahiran Kediri itu memastikan, proyek ini murni menggunakan dana APBD sebesar Rp 65 miliar. Pembangunan proyek ini akan dimulai selama dua tahun, yaitu 2019-2020. "Saat ini, kami baru menyelesaikan desain dan beberapa perlengkapan lainnya untuk membangun jembatan," kata Risma.

Ia menambahkan, desain jembatan ini menggunakan teknologi berbeda dari jembatan yang sudah dibangun Pemkot Surabaya sebelumnya. Jembatan ini menggunakan penahan kabel seling yang berjajar rapi mirip jembatan Suramadu.

"Di jembatan itu juga kami pasang ukiran diorama tentang Surabaya. Ada bambu runcing, ada gedung Siola dan diorama lainnya," kata Risma.

Selain itu, lanjut Risma, nantinya di kawasan itu juga akan dibangun taman hijau yang juga disertai air mancur menari. Sehingga dengan desain ini, ia meyakini kawasan tersebut tidak hanya bebas dari macet tapi juga akan semakin indah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA