Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Badai Petir Melanda India, 50 Orang Tewas

Rabu 30 May 2018 14:52 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Bilal Ramadhan

Badai petir menyambar (ilustrasi)

Badai petir menyambar (ilustrasi)

Foto: ABC
Angin berkecepatan tinggi dan petir sambar hancurkan banyak desa

REPUBLIKA.CO.ID, INDIA -- Setidaknya 50 orang dilaporkan tewas di tengah petir besar dan kilat yang melanda bagian utara India pada hari Selasa (29/5). Badai petir dan kilat ini merupakan yang terburuk di India.

"Angin berkecepatan tinggi dan petir yang menyambar menghancurkan banyak desa, merobohkan tembok dan menyebabkan puluhan orang terluka," seperti dilaporkan BBC, Rabu (30/5).

Negara bagian timur Bihar adalah yang terparah, dengan 20 kematian yang dikonfirmasi karena kilat. Insiden terbaru terjadi berminggu-minggu setelah badai debu yang menghancurkan yang menewaskan lebih dari 100 orang di seluruh India utara.

Sambaran petir biasa terjadi di India saat hujan lebat. Lima belas orang telah tewas di negara bagian utara Uttar Pradesh dan setidaknya 12 orang tewas di negara bagian Jharkhand di Afghanistan timur, kata petugas.

Tiga anak meninggal setelah pohon runtuh menjatuhi mereka di negara bagian utara Uttarakhand, menurut kantor berita PTI. Departemen Meteorologi India mengatakan bahwa suhu di India bagian utara mungkin menyentuh hingga 47 derajat Celsius dalam beberapa minggu mendatang, yang dapat menyebabkan angin dan badai berkecepatan lebih tinggi di masa depan.

Mereka juga memperingatkan bahwa listrik dapat terganggu di seluruh negara bagian karena cuaca buruk. Banyak orang tewas yang tidur di dalam rumah ketika rumah mereka runtuh setelah disambar petir atau hembusan angin. Pemerintah India mencatat terdapat 36.749 sambaran petir dalam 13 jam.

Setidaknya 2.000 orang tewas dalam serangan petir di India setiap tahun sejak 2005, menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional. Sebagian besar wilayah India telah dilanda badai mematikan dalam sebulan terakhir. Lebih dari 100 orang tewas di India utara pada tanggal 4 Mei karena badai debu dan hujan lebat.

Pihak berwenang pada saat itu mengatakan mereka terkejut oleh keganasan badai, menambahkan bahwa itu adalah salah satu yang terburuk yang pernah mereka lihat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA