Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Rumah Produksi Petasan di Malang Meledak, Satu Warga Tewas

Ahad 27 May 2018 22:29 WIB

Red: Andri Saubani

Ribuan petasan yang berhasil diamankan polisi (ilustrasi).

Ribuan petasan yang berhasil diamankan polisi (ilustrasi).

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Selain korban tewas, ledakan petasan juga mengakibatkan satu korban luka parah.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Rumah produksi petasan di Dusun Krajan 1, Desa Sidoluhur, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Ahad (27/5) meledak. Insiden itu mengakibatkan satu warga setempat meninggal dan satu lainnya mengalami luka cukup parah.

Korban meninggal atas nama Suin (30) dan korban lain yang mengalami luka-luka cukup parah adalah Ali Maskur (30), pemilik rumah produksi petasan dan telah dilarikan ke rumah sakit (RS). Selain dua korban, ledakan tersebut membuat rumah produksi petasan itu hancur berantakan.

Menurut Kapolsek Lawang, Kabupaten Malang, Komisaris Polisi Gaguk Sulistyo Budi saat kejadian ada dua orang di rumah tersebut, yaitu Maskur dan Suin. Pada saat kejadian, dua orang tersebut menjadi korban, dimana Maskur mengalami luka bakar serius, sedangkan Suin meninggal di lokasi.

Gaguk mengatakan, ledakan tersebut mengakibatkan rumah milik Maskur hancur berantakan dan beberapa rumah tetangganya ikut terdampak. Namun belum diketahui secara pesti penyebab ledakan tersebut.

"Kami belum menemukan saksi yang bisa memberi keterangan secara rinci dan detail, karena hanya ada dua orang di rumah itu, satu orang meninggal. Sedangkan satu orang lain belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat intensif di rumah sakit," kata Kapolsek.

Kepala Desa Sidoluhur Mulyoko Sudarsana mengatakan pihaknya sudah berulang kali mengingatkan Maskur agar tidak meneruskan usaha produksi petasannya. Sebab, produksi petasan itu rawan ledakan.

"Hampir setiap kali ketemu dan ada kesempatan, saya selalu mengingatkan agar dia menghentikan kegiatan usahanya itu. Pokoknya setiap ada kesempatan, tidak hanya ketika bertemu secara pribadi, dalam pertemuan warga maupun pengajian, saya selalu mengingatkan dia," katanya.

Salah seorang warga, Ulum menjelaskan ledakan terjadi pada Ahad pagi. "Saat itu saya sedang tidur, ledakan itu terdengar sangat keras dan saya terbangun karena rumah saya hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi ledakan," ucapnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA