Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Erdogan Imbau Rakyat Turki Tukar Dolar ke Lira

Ahad 27 May 2018 06:36 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Budi Raharjo

Mata uang Turki, lira (ilustrasi)

Mata uang Turki, lira (ilustrasi)

Turki menuding jatuhnya lira akibat konspirasi kekuatan asing

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta rakyat Turki untuk mengonversi tabungan dalam mata uang asing ke mata uang negara. Permintaan itu menyusul terguncangnya Lira, mata uang Turki, dalam sepekan terakhir.

Mata uang Lira, yang telah jatuh sekitar 20 persen tahun ini, mencapai titik terendah 4,93 terhadap dolar AS pada hari Rabu (23/5). Akibatnya, bank sentral Turki menaikkan suku bunga utamanya dengan tiga poin persentase menjadi 16,5 persen dalam upaya untuk membantu menstabilkan mata uang.

Kenaikan suku bunga darurat, yang membantu mengurangi beberapa kerugian, ditindaklanjuti oleh bank sentral bahwa mereka akan memungkinkan beberapa utang mata uang asing untuk dibayar kembali dengan suku bunga tetap, seperti dilaporkan Aljazirah, Ahad (27/5).

"Saudara-saudaraku yang memiliki dolar atau euro di bawah bantal mereka. Pergi dan ubah uang Anda menjadi lira. Kami akan menggagalkan permainan ini, bersama-sama." ujar Erdogan, berbicara kepada pendukungnya di kota timur Erzurum pada hari Sabtu (26/5), sekitar satu bulan sebelum Turki menuju pemilihan umum.

 

Pemerintah Turki telah berulang kali mengatakan jatuhnya lira adalah konspirasi kekuatan asing yang tidak disebutkan namanya untuk melemahkan Turki. "Jika sektor keuangan memainkan permainan seperti itu untuk melawan investor dan pengusaha kami, ketahuilah bahwa Anda akan membayar harga yang curam," kata Erdogan

Sementara itu Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim pada hari Jumat (25/5) menyalahkan manipulasi untuk kelemahan lira, terutama menjelang pemilihan. "Perekonomian kami didasarkan pada fondasi yang kuat," kata Yildirim.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA