Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Soekarwo Harapkan Deflasi selama Ramadhan Hingga Lebaran

Kamis 10 May 2018 17:57 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo.

Foto: seputarmanusia.wordpress.com
Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengharapkan para pelaku usaha, produsen, dan distributor di Jawa Timur dapat menurunkan harga bahan pokok selama bulan ramadhan hingga lebaran nanti. Sehingga, pada periode tersebut dapat dapat terjadi deflasi di Jawa Timur.

 

"Saya percaya, semua pihak bisa mewujudkan deflasi pada bulan ramadhan hingga lebaran. Situasinya jadi tidak bagus kalau puasa dan lebaran, inflasi tinggi," kata Soekarwo saat Silaturahmi Forkopimda bersama pelaku usaha, produsen, dan distributor bahan pokok Jawa Timur di Rumah Dinas Kapolda Jatim, Jalan Bengawan, Surabaya, Rabu (9/5) malam.

 

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu meyakinin, kondisi tersebut dapat terwujud, asalkan terdapat komitmen para pengusaha. Tentunya harus didukung pula ketersediaan bahan pokok yang cukup, dan Forkompinda dapat menjaga situasi damai.

 

Pakde Karwo juga menjelaskan beberapa komoditi bahan pokok yang menyumbang inflasi. Di antaranya beras, daging, ayam, telor, dan cabai. Komoditi tersebut, diakuinya, memiliki ketersediaan stoknya aman dan harga mengalami penurunan.

 

Mengenai stok beras, kata dia, kondisinya masih sangat cukup di Jatim. Panen beras pada Maret-April menghasilkan sekitar 2,6 juta ton beras. Begitu pun dalam setahun, Jatim surplus 5,1 juta ton beras. Sedangkan stok beras di Bulog Divre Jatim saat ini, telah tersedia sebanyak 225 ribu ton, sehingga harga beras IR 64 dan bengawan cenderung turun. "Untuk itu, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying," ujar Pakde Karwo.

 

Meski demikian, dia mengingatkan, Jatim memenuhi kebutuhan beras bagi 16 provinsi. Karena itu, keamanan terhadap tata niaga beras tidak hanya dilakukan Bulog, tetapi juga semua pihak termasuk forkopimda yang harus ikut mengamankan.

 

Menyinggung harga daging di Jatim, Pakde Karwo menjelaskan, masih stabil sejak Desember 2017 hingga Mei 2018. Harga daging dengan kualitas satu Rp 106 ribu, kualitas dua seharga Rp 95 ribu, dan tetelan Rp 85 ribu.

 

Mengenai daging ayam ras, stoknya juga masih sangat besar. Jatim menghasilkan daging ayam ras sebanyak 26 persen dari total daging ayam nasional. Harganya pun cenderung turun yang mencapai Rp 32 ribu sejak Januari 2018. Sedangkan untuk daging ayam kampung harganya sekitar Rp 56 ribu. 

 

Untuk harga telor ayam kampung mencapai Rp 36 ribu per kilogram. Sedangkan telor ayam ras harganya mencapai Rp 22 ribu per kilogram dengan ongkos produksi Rp 16 ribu. Kondisi tersebut membuat pedagang dan petani mendapatkan keuntungan. "Tidak ada alasan untuk telor ayam ras naik harganya. Sudah ada perhitungan yang jelas," kata Soekarwo.

 

Cabai seperti cabai keriting, merah besar dan rawit, juga sejak Maret mengalami penurunan harga. Harga cabai keriting Rp 29 ribu, cabai merah besar Rp 30 ribu dan cabai rawit Rp 23 ribu. Sedangkan bawang merah sedang panen besar saat ini dengan harga sekitar Rp 28 ribu.

 

Dengan kondisi seperti ini, Pakde Karwo meminta, semua pihak untuk tidak menaikkan harga bahan pokok. Begitu juga dengan Forkopimda. Karenanya, kata dia, Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya bisa bertindak tegas untuk menangani para pengusaha yang mempermainkan harga bahan pokok.

 

"Memang demand terhadap bahan pokok naik 10 persen untuk hari raya dan puasa, tetapi jumlah orangnya sama. Tinggal Kapolda dan Pangdam membantu memantau kepatuhan pengusaha dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok," ujar Soekarwo.

 

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, pertemuan yang digelar tersebuy bertujuan untuk berdiskusi mengenai ketersediaan bahan pokok menjelang bulan ramadhan. "Kita berdiskusi dan mendengarkan penjelasan dari Pakde Karwo mengenai ketahanan dan ketersediaan bahan pokok di Jatim," kata Machfud.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA