Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Potensi Hujan Lebat di Jabar Semakin Panjang

Kamis 26 Apr 2018 15:59 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini

Hujan lebat menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. (ilustrasi)

Hujan lebat menimbulkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. (ilustrasi)

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Potensi hujan lebat disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Potensi hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang dan gelombang tinggi masihmengancam berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dalam beberapa hari ke depan. Hujan dan angin kencang pun telah menumbangkan sejumlah pohon di jalur penghubung Indramayu Cirebon.

"Potensi hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang, dan gelombang tinggi semula dari 23-25 April, kini diperpanjang sampai 28 April 2018," ujar Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn kepada Republika.co.id, Kamis (26/4).

Pria yang biasa disapa Faiz itu mengungkapkan, dalam beberapa hari ke depan, pusat tekanan rendah di sekitar Perairan Samudra Hindia Barat Daya Sumatra masih terus bertahan. Menurutnya, aliran udara basah dari Samudera Hindia mempengaruhi peningkatan hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang  di berbagai wilayah Indonesia.

Selain peningkatan hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang, kondisi itu juga diprakirakan memunculkan potensi gelombang di laut dengan ketinggian dua hingga empat meter di berbagai perairan. Kondisi tersebut harus diwaspadai oleh para nelayan, terutama yang melaut menggunakan perahu kecil.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, anginkencang, pohon tumbang dan jalan licin," kata Faiz.

Sementara itu, di wilayah Indramayu kota, hujan terus mengguyursejak empat hari terakhir. Bahkan, pada Rabu (25/4) sore, hujan turun dengan sangat lebat yang disertai angin kencang.

Kondisi itu menyebabkan sejumlah pohon di sepanjang jalur penghubung Indramayu Cirebon, tepatnya di jalan raya Glayem Juntinyuat, menjadi tumbang. Kondisi itu membuat jalan tak bisa dilalui kendaraan hingga menimbulkan kemacetan.

"Mobil nggak bisa lewat," kata salah seorang pengguna kendaraan asal Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Utoyo.

Utoyo yang sedang melaju dari arah Indramayu menuju Cirebon pun terpaksa terjebak dalam kemacetan. Kendaraannya tak bisa lewat hingga akhirnya petugas kepolisian dan pihak terkait lainnya datang dan mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang. "Lumayan macetnya hampir satu jam," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA