Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Garuda Food Jajal Pasar E-Commerce

Selasa 24 Apr 2018 14:00 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Managing Director GarudaFood Fransiskus Johny (paling kiri) didampingi oleh Head of Corporate Communication Dian Astriana (paling kanan) menjelaskan mengenai produk Gery Saluut Malkist Matcha untuk pasar e-commerce kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Dirjen Perindustrian Panggah Susanto (berkacamata) dan Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman (kedua kiri) di Pameran Industri Makanan dan Minuman di Jakarta, Senin (23/4).

Managing Director GarudaFood Fransiskus Johny (paling kiri) didampingi oleh Head of Corporate Communication Dian Astriana (paling kanan) menjelaskan mengenai produk Gery Saluut Malkist Matcha untuk pasar e-commerce kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Dirjen Perindustrian Panggah Susanto (berkacamata) dan Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman (kedua kiri) di Pameran Industri Makanan dan Minuman di Jakarta, Senin (23/4).

Foto: Istimewa
Diharapkan target penjualan bisa tumbuh di atas 15 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Garuda Food mulai tahun ini akan merambah pasar e-commerce sebagai langkah antisipasi menghadapi ekonomi digital. Diharapkan target penjualan bisa tumbuh diatas 15 persen.

"Perkembangan teknologi yang ada saat ini harus kita manfaatkan seoptimal mungkin," kata Managing Director Garuda Food Fransiskus Johny di sela acara Pameran Industri Makanan dan Minuman, di Jakarta, Senin (23/4).

Acara yang dibuka Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di kantor Kementerian Perindustrian itu akan berlangsung hingga 27 April 2018. Johny menjelaskan, pergeseran pola konsumsi masyarakat dari konvensional ke online juga menjadi salah satu alasan GarudaFood masuk ke pasar e-commerce.


Pertumbuhan penjualan ditargetkan bisa tumbuh di atas 15 persen pada 2018. Makin banyak industri makanan dan minuman (mamin) merambah pasar e-commerce diacungi jempol oleh Menperin Airlangga. Pasalnya, industri mamin merupakan satu dari lima sektor percontohan dalam implementasi revolusi industri versi 4.0 di Indonesia.

“Dengan semua proses produksi berjalan melalui internet sebagai penopang utama, diharapkan hal itu dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, serta efisiensi biaya. Dengan demikian, industri nasional bisa bersaing di dunia global," ucapnya.

"Bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), kami juga mendorong industri untuk membangun innovation center," katanya lagi.

Dari catatan Kemenperin, kinerja industri mamin setiap tahun cukup tinggi dengan rata-rata di atas pertumbuhan sektor manufaktur. Pada triwulan III tahun 2017, pertumbuhan industri mamin sebesar 9,46 persen atau naik dibanding capaian pada triwulan II/2017 sekitar 7,19 persen.

Dia menambahkan, maraknya e-commerce di Indonesia juga patut diperhatikan oleh para pemasar makanan dan minuman. Tren baru ini, meski masih kecil, diprediksi akan makin berkembang. Di Cina, kontribusi e-commerce sebesar 15 persen dari total perdagangan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA