Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Sutradara Livi Zheng Berbagi Pengalaman di Universitas AS

Ahad 22 Apr 2018 07:07 WIB

Red: Indira Rezkisari

Livi Zheng.

Livi Zheng.

Foto: Instagram Livi Zheng
Kehadiran Livi di hari Kartini dipandang sebagai kehormatan bagi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara muda Indonesia Livi Zheng menceritakan pengalamannya menjadi imigran di Amerika Serikat (AS) kepada mahasiswa serta sejumlah profesor dari berbagai universitas di AS, di antaranya Universitas Harvard, Universitas Cornell, Universitas Columbia, dan Universitas Pennsylvania, Sabtu (21/4). Ia mengaku bangga bisa berbagi di hadapan akademisi dan ilmuwan.

"Judulnya adalah Perjalanan Seorang Imigran. Ini sebuah kebanggaan karena saya bisa berbicara di hadapan para akademisi dan sejumlah ilmuwan AS dari kacamata saya sebagai seorang imigran di sana," ujar Livi dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Universitas Yale.

Livi menambahkan bahwa sebagai imigran dia merupakan sosok yang unik dan telah menghadapi sejumlah tantangan. Yaitu mulai dari mengurus visa kerja hingga sekarang tercatat memiliki visa seniman di Amerika Serikat.

Meski hidup sendiri sebagai imigran di AS Livi tak gentar dan dengan tekad baja tak sekalipun menyerah pada nasib keadaan. Bagi Livi, kehadirannya di salah satu universitas tertua di AS itu tak hanya sebuah kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga kehormatan bagi Indonesia yang pada tanggal 21 April memperingati Hari Kartini sebagai tokoh dan pahlawan wanita yang telah berjuang untuk menegakkan emansipasi perempuan di Tanah Air.

Amerika Serikat tak hanya memberikan impian bagi siapa pun yang mau berjuang dan bertarung dengan keras. Kini, Livi tak hanya ingin membawa nama harum Indonesia di AS, tetapi juga dapat berperan dan ikut memberikan sumbangsih kepada dunia perfilman di AS dan dunia.

Kisah hidupnya sebagai seorang imigran telah diangkat dalam film karyanya berjudul "Brush with Danger" yang dirilis pada 2014. Film yang dibintangi oleh dirinya sendiri bersama sang adik laki-laki tersebut bercerita tentang kakak beradik yang bertahan hidup dengan kemampuan yang mereka miliki.

Film layar lebar tersebut masuk dalam seleksi nominasi Piala Oscar 2015 di antara puluhan ribu film yang beredar di AS pada waktu itu. Sebagian masyarakat AS dan warga Indonesia di Los Angeles, AS sudah mengenal Livi sebagai imigran perempuan yang berbakat dan punya potensi besar untuk terus maju.

Saat ini Livi tak hanya memproduksi sejumlah film layar lebar yang ditayangkan di AS, tapi juga membuat film dokumenter dan iklan, serta program lainnya yang selalu menonjolkan ciri khas Nusantara dan dirinya sebagai warga negara Indonesia. Kekayaan alam dan budaya Indonesia yang beragam juga selalu menjadi bagian dari karya-karya Livi Zheng yang berasal dari Jawa Timur ini.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA