Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Yulia Skripal Dikabarkan Tolak Bantuan Kedubes Rusia

Jumat 13 Apr 2018 04:25 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ani Nursalikah

Mantan agen intelijen Rusia Sergey Skripal.

Mantan agen intelijen Rusia Sergey Skripal.

Foto: Kommersant/Yuri Senatorov via Reuters
Kedubes Rusia meragukan pernyataan tersebut berasal dari Yulia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Yulia Skripal dikabarkan menolak bantuan Kedutaan Besar Rusia di Inggris dalam insiden peracunan. Yulia bersama ayahnya yang mantan agen intelijen Rusia jadi korban racun saraf pada bulan lalu di Salisbury Inggris.

Dalam keterangan yang disampaikan Kepolisian Inggis atas nama Yulia, dinyatakan, Sergey Skripal masih dalam penanganan serius rumah sakit akibat racun Novichok yang dipakai menyerang Sergei dan dirinya. Yulia mengaku sudah menghubungi teman-teman dan keluarga, juga dengan Kedubes Rusia yang menawarkan bantuan apa pun yang mereka bisa lakukan.

"Saat ini saya belum bersedia menerima tawaran itu. Namun, bila saya berubah pikiran, saya tahu bagaimana harus menghubungi mereka,'' kata Skripal, Kamis (12/4).

Kedubes Rusia di London berulang kali meminta akses bertemu Yulia dan menuduh otoritas Inggris menghalang-halangi. Kedubes Rusia meragukan pernyataan tersebut berasal dari Yulia.

Dalam keterangan resminya, Kedubes Rusia di London menyatakan pesan tersebut dibuat sedemikian untuk mendukung pernyataan yang Inggris bangun sambil mengjauhkan Yulia dari dunia luar baik konsulat, jurnalis, bahkan keluarga. ''Dokumen itu hanya memperkuat prasangka Rusia mengisolasi warganya sendiri,'' demikian isi pernyataan Kedubes Rusia di London.

Yulia Skripal sudah keluar dari rumah sakit di Salisbury pada awal pekan ini dan mengaku ditangani dengan baik. Ia juga menyatakan belum kuat betul untuk diwawancarai media dan kerabatnya yang bicara ke media tidak mewakili dirinya atau ayahnya.

''Saya tekankan, tak ada juru bicara atas nama diri saya atau ayah saya kecuali kami sendiri. Saya berterima kasih atas perhatian sepupu saya, Viktoria, atas kejadian ini dan saya memintanya untuk tak menghubungi saya dulu dalam beberapa waktu ini,'' ungkap Yulia.

Kedubes Rusia menyatakan pernyataan Yulia dengan rekaman percakapan telepon antara Yulia dengan Viktoria. Dalam rekaman yang diputar di sebuah televisi nasional Rusia, Yulia menyatakan semua baik-baik saja. Mereka juga meragukan terbukanya akses bagi Yulia untuk menghubungi pihak keluarga.

''Kalimat: tak ada yang akan jadi juru bicara saya, muncul sebagai pernyataan tertulis ketimbang video yang diucapkan langsung oleh Yulia,'' ungkap Kedubes Rusia.

Ayah dan anak, Sergei Skripal dan Yulia Skripal jadi korban racun saraf Novichok yang biasa digunakan militer pada 4 Maret lalu di Salisbury, Inggris. Sergei Skripal yang pernah menjadi agen M16 Inggris sempat ditahan di Moskow pada 2004 . Ia sendiri ditangkap di AS pada 2010 dengan status sebagai agen Rusia.

Inggris menuduh Rusia terlibat dalam kasus itu. Beberapa negara Eropa dan AS kemudian beramai-ramai mengusir diplomat Rusia. Tentu saja Rusia menolak tuduhan itu dan melakukan aksi pengusiran balasan korps diplomatik sejumlah negara Barat dan AS. Insiden Salisbury ini menandai titik terendah hubungan Rusia dengan Inggris setelah Perang Dingin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA