Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Demokrat Bantah Sebagai Partai Biru yang Bakal Gabung Jokowi

Selasa 10 Apr 2018 15:49 WIB

Rep: Umar Muchtar/ Red: Ratna Puspita

Didik Mukrianto.

Didik Mukrianto.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Hingga kini Demokrat masih belum menentukan arah koalisi terkait Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto membantah akan bergabung dengan koalisi Joko Widodo. Didik menegaskan tidak benar bila Demokrat dikaitkan sebagai salah satu dari dua partai.

Didik menyatakan hingga kini Demokrat masih belum menentukan arah koalisi terkait Pilpres 2019. Waktu pendaftaran peserta Pilpres pun masih panjang sehingga partai tidak ingin terburu-buru memutuskan. “Demokrat belum membuat sikap (terkait arah koalisi di Pilpres 2019)," kata dia kepada Republika, Selasa (10/4).

Didik menambahkan, sampai saat ini Demokrat masih terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan banyak parpol. Ini dilakukan selain untuk menyamakan visi dan misi, juga menghasilkan keputusan arah koalisi yang tepat.

“Kami terus membuka diri, berkomunikasi dengan parpol lainnya, untuk menyamakan visi, misi, platform, sehingga kita bisa membangun koalisi yang jelas arah perjuangan ke depan seperti apa," tutur dia.

Kemungkinan dua partai bergabung koalisi Jokowi ini pertama kali diungkapkan oleh disampaikan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga mengutarakan hal tersebut ketika hadir di Rakornas PDIP Bidang Kemaritiman di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, Ahad (8/4).

Airlangga kembali mengungkapkan hal serupa ketika berada di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4). Bahkan, dia mengisyaratkan satu dari dua partai politik yang akan bergabung dengan koalisi Jokowi merupakan partai yang berwarna biru

"Kan kita sudah tahu siapa yang mau bergabung," kata Airlangga di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (9/4). Informasi yang berkembang dua partai yang bergabung, yakni PKB dan Partai Demokrat. 

Namun, Didik menegaskan, pernyataan yang pertama kali diungkap oleh Romahurmuziy atau Rommy itu merupakan hasil analisa yang subyektif. "Pak Rommy (sapaan Romahurmuziy) bisa saja membuat analisa yang didasarkan pada penilaian beliau. Akan tetapi, Partai Demokrat pastikan yang disampaikan Pak Rommy itu tidak benar,” kata dia. 

Selain Rommy dan Airlangga, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun tidak membantah kabar yang menyebut akan bergabungnya dua parpol ke poros koalisi Jokowi. Selasa hari ini, Hasto berkunjung ke kantor DPP PKB, di antaranya untuk membahas Pilpres 2019.

Baca Juga: AHY Pastikan Agenda Markobar tak Terkait Politik

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA