Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

TN Way Kambas Tawarkan Wisata Big Mamal

Jumat 30 Mar 2018 13:47 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Gajah bersama pawangnya di Taman Nasional Way Kambas.

Gajah bersama pawangnya di Taman Nasional Way Kambas.

Foto: Mursalin Yasland/REPUBLIKA
TN Way Kambas punya ekosistem yang mewakili dataran rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Taman Nasional Way Kambas menyuguhkan wisata alam big mamal dimana pengunjung bisa mengamati kehidupan gajah sumatera sambil menimkati alam taman nasional. Musisi yang juga pegiat lingkungan, Nugie mengatakan, TN Way Kambas punya ekosistem yang mewakili dataran rendah yakni rawa, mangrove, dan pantai. TN Way Kambas terbentang lebih dai 125 ribu hektare.

''Dengan ekosistem yang unik, TN Way Kambas menawarkan keanekaragaman flora fauna yang sangat tinggi. Selamat datang di surga,'' kata Nugie melalui pesan multimedia yang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sampaikan melalui channel Youtube.

Dengan adanya ekowisata berbasis konservasi, manusia diharapkan bisa memberi sinergi yang baik kepada taman nasiona-taman nasional di Indonesia. Taman nasional sendiri merupakan area perlindungan dan pelestarian dalam upaya manusia menjaga ruang hidup beragam flora fauna. Karena karakter dan keunikan Way Kambas, the Big Five Mamal bisa hidup dan bertahan di dalalmnya.

Keberadaan The Big Five Mamal salah satunya gajah sumatra jadi tanggung jawab bersama karena keberadaan mereka membuat Indonesia menjadi negeri yang istimewa. Nugie mengajak masyarakat Indonesia berwisata ke taman nasional.

Sebelumnya, Pemerintah terus menggalakkan promosi potensi keindahan serta keragaman flora fauna Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia yang tersebar luas di beberapa daerah Tanah Air. Saat ini Indonesia memiliki 54 Taman Nasional (TN) dan 123 Taman Wisata Alam (TWA) dengan luas mencapai 16 juta hektare.

Selain TN dan TWA, potensi wisata alam pada kawasan konservasi di Indonesia juga berada Taman Hutan Raya 28 unit, Taman Buru 11 unit, Cagar Alam 219 unit, Suaka Margasatwa 72 unit, serta Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam sebanyak 56 unit. Total luas kawasan konservasi sekitar 27 juta ha.

Pada 2017 lalu, KLHK bahkan sempat menggelar Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang bertujuan untuk promosi dan pemasaran TN dan TWA yang ada di Indonesia kepada masyarakat dan pelaku jasa lingkungan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA