Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Saturday, 26 Jumadil Akhir 1443 / 29 January 2022

Butuh Berapa Tahun, Indonesia Segemilang Negeri Madinah

Selasa 27 Mar 2018 13:13 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Agung Sasongko

Agung Sasongko

Foto:
Pembangunan yang paling substansial adalah pembangunan akhlak, karakter, dan moral

Pola pendidikan awal yang dilakukan Rasul adalah dengan memberikan pendidikan ibadah shalat. Meskipun anak dan cucunya belum baligh, Rasul memberikan contoh mepada mereka untuk menjalankan shalat lima waktu. Saat mereka berusia 10 tahun pun, Rasul memerintahkan untuk lebih keras menindak jika mereka enggan shalat.

Rasul juga mendidik dengan berdoa. Rasul pernah berdoa, "Kuatkan Islam dengan dua umar." Doa tersebut terkabul dengan bersyahadatnya dua Umar, yakni Umar bin Khatab dan Umar bin Hisyam.

photo
Anak-anak mengaji Alquran (ilustrasi).
Rasulullah juga mengatakan anak merupakan pewaris ajaran Islam dan sebagai generasi penerus melanjutkan misi menyampaikan Islam ke seluruh penjuru alam.  Hal tersebut juga telah tertera dalam Alquran, Surat At-Tahrim ayat 6 : Peringatan agar kita menjaga diri dan anggota keluarga (termasuk anak-anak) dari kehancuran (api neraka).

Pada Surat An-Nisa ayat 9 : Anjuran tidak meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya menghadapi tantangan hidup. Serta pada Surat Al-Furqan ayat 74 : Allah SWT memperingatkan bahwa orang yang mendapatkan kemuliaan antara lain adalah orang-orang yang berdo’a dan memohon kepada Allah SWT, agar dikaruniai keluarga dan anak keturunan yang menyenangkan hati.

Inti pendidikan anak dalam Islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam Surat Luqman ayat 13-19 adalah : Pendidikan Tauhid, Pendidikan Shalat, Pendidikan adab sopan dan santun dalam bermasyarakat, Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga, Pendidikan kepribadian, Pendidikan kesehatan, Pendidikan akhlak.

Apa yang diteladankan Rasulullah telah menghasilkan peradaban hebat seratus tahun kemudian. Islam menyebar hingga ke seluruh penjuru bumi.  Kehebatan itu tercatat dalam sejarah. Lantas, sulitkan mengulangi capaian sang Manusia Agung. Rasulullah butuh 23 tahun untuk menjadikan peradaban Islam gemilang harum semerbak.  Bagaimana dengan Indonesia, butuh berapa tahun untuk melihat negeri ini menjadi negeri baldatun Thoyyibatun warabbun GhaffurWallahualam

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA