Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Facebook Terancam Didenda Jutaan Dolar AS

Jumat 23 Mar 2018 12:35 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nidia Zuraya

Facebook. ILustrasi

Facebook. ILustrasi

Foto: CNN
Federal Trade Commission sedang menyelidiki kasus kebocoran data pengguna Facebook.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Anggota parlemen Kongres AS telah secara resmi meminta agar CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan saksi terkait Cambridge Analytica. Perusahaan konsultan politik dan analisis data yang digunakan oleh tim kampanye Donald Trump itu diduga telah mengakses sekitar 50 juta data pengguna Facebook secara ilegal.

Permintaan itu dikeluarkan secara resmi pada Kamis (22/3) dari House Energy and Commerce Committee, panel yang bertugas mengawasi Facebook dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya. "Pengungkapan terbaru mengenai penggunaan data Facebook dan keamanan data pengguna menimbulkan perhatian serius terkait perlindungan konsumen," kata ketua panel Greg Walden dari Partai Republik dan Frank Pallone Jr dari Partai Demokrat, dalam sebuah pernyataan.

"Setelah staf komite mendapatkan pernyataan singkat kemarin dari pejabat Facebook, kami merasa banyak pertanyaan yang masih belum terjawab. Zuckerberg telah menyatakan dia bersedia untuk bersaksi," ujar penyataan itu.

Kami percaya, sebagai CEO Facebook, dia adalah saksi yang tepat untuk memberikan jawaban kepada rakyat Amerika. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Facebook dan Zuckerberg untuk menentukan tanggal dan waktu untuk memberikan kesaksian dalam waktu dekat di hadapan komite," tambah pernyataan tersebut.

Baca juga, Cara Cambridge Analytica Pengaruhi Pemilu di Banyak Negara

Facebook mengatakan, Cambridge Analytica telah memberi jaminan bahwa mereka telah menghapus semua data yang dicuri. Namun mantan karyawan perusahaan itu, Christopher Wylie, mengatakan perusahaan tersebut masih terus menggunakan data-data yang dicurinya.

 

Sebagai tanggapan, beberapa jaksa umum telah membuka penyelidikan terhadap Facebook. Begitu juga dengan Federal Trade Commission, yang menyelidiki apakah pencurian itu menunjukkan Facebook telah melanggar perjanjian dengan pemerintah federal pada 2011 untuk meningkatkan privasi perusahaan.

Jika Federal Trade Commission menemukan bahwa Facebook telah melanggar perjanjian tersebut, maka perusahaan teknologi itu bisa dijatuhi denda jutaan dolar AS. Lima panel Kongres lainnya juga membahas mengenai kontroversi yang dilakukan Cambridge Analytica. Mereka bisa mengikuti jejak House Energy and Commerce Committee untuk meminta Zuckerberg bersaksi.

Sebelumnya, Zuckerberg mengatakan dia akan sangat senang jika diizinkan untuk muncul di Capitol Hill guna menjawab pertanyaan-pertanyaan anggota parlemen tentang perlindungan privasi Facebook.

"Saya adalah orang yang paling tepat di Facebook untuk memberikan kesaksian, saya akan sangat senang hati melakukan itu," kata Zuckerberg dalam sebuah wawancara dengan Wired, Rabu (21/3).

Zuckerberg juga berjanji untuk membuat berbagai perubahan, termasuk audit dari semua aplikasi pihak ketiga. Facebook akan memberikan pemberitahuan kepada mereka yang datanya dicuri oleh Cambridge Analytica.

"Saya memulai Facebook, dan pada akhirnya saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada platform kami. Kami akan belajar dari pengalaman ini untuk mengamankan platform kami lebih lanjut dan membuat komunitas kami lebih aman untuk semua orang," jelasnya.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA