Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Orang Dekat Zumi Zola Kembali Bersaksi di Persidangan

Rabu 21 Mar 2018 12:11 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur Jambi - Zumi Zola

Gubernur Jambi - Zumi Zola

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Ada keterangan berbeda antara Asrul dan Zumi pada persidangan sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Orang dekat Gubernur Jambi Zumi Zola, Asrul Pandapotan kembali dipanggil untuk kedua kalinya ke persidangan sebagai saksi dalam kasus suap pengesahan APBD Jambi 2018 yang merugikan negara Rp 3,4 miliar. Kuasa hukum terdakwa salah satu Erwan Malik, Lifa Mala, di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (20/3), mengungkapkan alasan pemanggilan kedua Asrul.

Lifa mengatakan pihaknya sangat membutuhkan keterangan dari saksi Asrul karena keterangan dari saksi Gubernur Zumi Zola berbeda dengan Asrul, maka dianggap perlu menghadirkan kembali saksi Asrul di persidangan ke delapan. Kesaksian yang disampaikan Asrul Pandapotan di persidangan sebelumnya untuk tiga terdakwa suap pengesahan APBD Jambi dikenal istilah "uang ketok palu" senilai Rp 3,4 miliar sangat berbeda dengan keterangan saksi Zola pada persidangan sebelumnya.

Terdakwa yang disidangkan tersebut, Syaifuddi yang saat itu menjabat Assiten I Pemprov Jambi, Arpan (Plt. Kadis PUPR Provinsi Jambi, dan Plt. Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik yang didakwa dalam kasus suap pengesahan APBD Jambi 2018 senilai Rp 3,4 miliar. Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa, terungkap ketiganya telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi, atau menjanjikan sesuatu, yaitu memberi uang tunai Rp 3,4 miliar kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, yaitu kepada anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014 hingga 2019.

Uang diberikan dengan maksud supaya anggota DPRD Provinsi Jambi memperlancar pembahasan dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018 menjadi Peraturan Daerah APBD Tahun Anggaran 2018. Kasus itu bermula dari 21 Agustus 2017, Zumi Zola selaku gubernur Provinsi Jambi menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2018 kepada DPRD Provinsi Jambi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA