Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Ratusan Rumah di Tasikmalaya Dilaporkan Terendam Banjir

Ahad 11 Mar 2018 16:34 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Bocah berjalan melintasi areal sawah yang terendam banjir di Desa Tanjungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (23/2).

[ilustrasi] Bocah berjalan melintasi areal sawah yang terendam banjir di Desa Tanjungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (23/2).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Ciawi.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ratusan rumah terendam banjir di Kecamatan Ciawi dan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Banjir disebabkan oleh meluapnya sungai setelah hujan deras mengguyur dan berlangsung lama di wilayah itu, Ahad (11/3).

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtimas) Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Bripka Awan Noviana mengatakan, banjir melanda pemukiman penduduk di beberapa desa, Kecamatan Ciawi, bahkan menyebabkan tebing ambrol. Selain banjir, kata dia, telah terjadi longsor yang menyebabkan akses jalan antarkampung tertutup material longsoran tanah, serta menumbangkan pohon.

"Longsor memutus akses jalan karena tertutup material longsoran, bahkan, sejumlah pohon yang tumbang memutus kabel jaringan listrik," kata Awan.

Seorang warga korban banjir di Kecamatan Ciawi, Ayi Kuraesin mengatakan, ketinggian air di Desa Pakemitankidul mencapai sekitar 50 sentimeter menyebabkan puluhan rumah terendam banjir. Ia menyampaikan, banjir tersebut mengalir cukup deras akibatnya beberapa warga harus menjebol dinding tembok rumah agar air dapat mengalir ke areal pesawahan untuk menghindari genangan air lebih tinggi.

"Air tidak hanya menggenang, tapi juga mengalir dengan deras sehingga warga berupaya menjebol sejumlah bangunan agar air tidak terus naik," katanya.

Banjir juga tidak hanya melanda sejumlah desa di Kecamatan Ciawi, tetapi merendam ratusan rumah penduduk di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik. Koordinator Relawan Bencana Desa Tanjungsari, Obur Suryana mengatakan, banjir yang terjadi saat ini lebih parah dan berlangsung lama dibandingkan banjir sepekan lalu yang hanya terjadi beberapa jam.

Ia menyampaikan, banjir di Sukaresik hingga saat ini sebagian titik belum surut, bahkan berpotensi kembali terjadi banjir karena masih musim hujan dan kondisi debit air sungai masih tinggi. "Tinggi genangan air mulai 30 sentimeter hingga 1,5 meter," katanya.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Tasikmalaya pada Sabtu (10/3) malam menyebabkan banjir di Ciawi dan Sukaresik pada Ahad dini hari. Bencana banjir itu tidak menimbulkan korban jiwa, warga yang daerahnya langganan banjir telah mengantisipasi sebelumnya dengan mengungsi ke tempat yang lebih aman dari banjir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA